Topic
Home / Berita / Nasional / Tengku Zulkarnain MUI: Kalau Ahok Berani Melarang, Datang Ke Masjid Saya

Tengku Zulkarnain MUI: Kalau Ahok Berani Melarang, Datang Ke Masjid Saya

Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Tengku Zulkarnaen. (Republika/Agung Supriyanto)
Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Tengku Zulkarnaen. (Republika/Agung Supriyanto)

dakwatuna.com – Jakarta.  Menanggapi pernyataan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, yang melarang umat Muslim memotong hewan kurban di tempat selain rumah pemotongan hewan (RPH), Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain akan tetap melaksanakan pemotongan hewan kurban sebagaimana biasa.

Tengku bahkan mempersilakan Ahok untuk datang ke Masjidnya, tempat dimana ia melaksanakan pemotongan hewan kurban.

“Saya besok tetap akan memotong hewan kurban di depan masjid, kalau berani melarang silakan besok datang ke masjid saya,” kata Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI),Tengku Zulkarnain, sebagaimana dilansir republika.co.id, Jumat (11/9/15).

Lagi pula, ujar Tengku, selama ini umat Muslim tak pernah memotong hewan kurban di pinggir jalan. Pemotongan hanya dilakukan di halaman masjid, lapangan, ataupun halaman rumah.

“Jadi Ahok tak berhak melarang umat Muslim untuk memotong hewan kurban di halaman masjid”, lanjut Tengku.

Selain itu, Ahok juga dinilai telah melanggar UUD 1945 karena dianggap membatasi kebebasan umat Islam dalam menjalankan ajaran Agamanya.

“Dalam UUD 1945 disebutkan kalau setiap orang berhak memeluk agamanya masing-masing dan beribadah sesuai dengan agamanya. Kalau Ahok melarang pemotongan hewan kurban di depan masjid sebab masjid bukan RPH, Ahok melanggar undang-undang,” ujar Tengku.

Sementara itu, Ahok beralasan bahwa pelarangan tersebut untuk menghindari bau dan demi menjaga kesehatan.

“Enggak ada larangan potong hewan kurban, cuma demi kesehatan potongnya mesti RPH (rumah pemotongan hewan),” kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Rabu (9/9/2015), sebagaimana dikutip dari liputan6com.

“Kita tidak ingin darah-darah hewan itu ada penyakit, kamu potong di masjid juga bau kok, gara-gara potong hewan. Di Arab Saudi saja enggak ada lagi potong hewan di masjid,” ujar dia.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menyatakan, seharusnya Indonesia mengikuti cara Arab dalam menyembelih hewan kurban. Dia memastikan, tidak ada satupun syariat Islam yang dilanggar dalam instruksi gubernur yang diterbitkannya.

Pelarangan pemotongan hewan kurban selain di rumah pemotongan hewan tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan, dan Pemotongan Hewan.

Instruksi gubernur  itu berisi imbauan kepada instansi pemerintah di tiap-tiap kota administrasi untuk melakukan pemotongan di rumah pemotongan hewan Ruminantia, Cakung, dan Pulogadung, Jakarta Timur. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization