Home / Narasi Islam / Dakwah / Format Ideal Gerakan Islam: Studi Komparasi Gerakan Islam

Format Ideal Gerakan Islam: Studi Komparasi Gerakan Islam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (banyusuam.blogspot.com)
Ilustrasi. (banyusuam.blogspot.com)

dakwatuna.com – Jika kita tengok keadaan dunia saat ini, sungguh ironis, karena kita yang hidup di zaman sekarang, merasakan betul akan kerusakan dan penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan. Zaman inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW adalah zaman atau period ke-4. Dalam riwayat Abu Tsa’labah al-Khusuni dari Muadz bin Jabbal dan Abu Ubaidah, zaman ini dikatakan sebagai zaman yang pemerintahannya sewenang-wenang dengan kekuasaan. Di zaman ini juga pucaknya fitnah besar dari kebenaran yang ditutup-tutupi oleh para penguasa zalim

Namun di zaman zalim ini, bukan berarti Allah membiarkan iblis-iblis merusak segalanya. Allah tetap menghidupkan orang-orang baik – walau jumlahnya lebih sedikit ketibang orang jahat – untuk senantiasa berpegang pada tali agama Allah serta memperjuangkan agama ini sampai Allah memuliakannya sebagai pejuang yang berjihad di jalan cinta para pejuang. Orang-orang baik itu juga yang sekarang kita lihat kebaikannya, dan kita rasakan kecupan cintanya melalui dakwah ini.

Dari orang-orang baik itulah, sekarang kita mengenal Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Sallafy, Jamaah Tabligh, dan gerakan Islam lainnya yang tentunya bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Dari sinilah tercetus gerakan Islam yang bercita-cita mengembalikan kejayaan Islam dan menjadikan dunia ini dalam naungan Khilafah Islamiyah. Gerakan ini juga yang disebut oleh Dr. Mani bin Hamdad Al Johari dalam kitab terkenalnya, Al-Mansyu’ah Al-Musyasarah fi Ad-Dyan wa Al Madzahib Al-Mu;ashirah sebagai gerakan pencerahan yang lahir setelah Ottoman Kingdom berkahir pada tahun 1924.

Lahirnya banyak gerakan dakwah pada periode ke-4 yang disebut Rasulullah dan disebut sebagai hasil dari Pan-Islamisme oleh Afgani dan Abduh ini perlu kita lihat dalam sudut pandang positif. Artinya sebelum kita menganalisis format gerakan ideal dakwah Islam, kita perlu berangkat dari perspektif positif dahulu dan mencoba menghilangkan perspektif negatif. Karena jika kita berangkat dari perspektif negatif, tentu yang akan kita temukan dan simpulkan dari lahirnya gerakan Islam ini adalah kekurangannya kemudian diikuti dengan kesimpulan terpecahnya gerakan Islam. Justru dalam perspektif Salim A. Fillah di Futuhat Nusantara, keberagaman inilah yang nantinya akan saling menyempurnakan.

Dari latar belakang lahirnya gerakan Islam, kita bisa menemukan problems identification nya, yakni:

  1. Apa perbedaan antara satu gerakan dengan gerakan Islam lainnya?
  2. Mengapa terjadi perbedaan manhaj dalam proses suksesi kejayaan Islam?
  3. Siapakah gerakan Islam yang dapat menjadi rujukan format ideal gerakan dakwah?

Sebelum memasuki analisis lebih dalam lagi terkait pencarian format gerakan dakwah ideal, kita perlu memakai teori dan konsep dalam menganalisanya. Teori dan konsep inilah yang nantinya akan membantu kita untuk menjawab the big questions dari lahirnya pergerakan ini.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Staf Direktorat Aparatur Negara, Kementerian PPN Bappenas | Peneliti Center for Information and Development Studies (CIDES) Indonesia | Mahasiswa S2 Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Universitas Indonesia

Lihat Juga

Kiat Bertahan Hidup

Organization