Topic
Home / Berita / Nasional / Ekonomi Terpuruk, SBY Minta Pemerintahan Jokowi Berhenti Beretorika

Ekonomi Terpuruk, SBY Minta Pemerintahan Jokowi Berhenti Beretorika

SBY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengkritik pemerintahan Joko Widodo agar menghentikan retorika menghadapi kondisi ekonomi yang kian terpuruk. (harianterbit.com)

dakwatuna.com Cipanas.  Kondisi perekonomian Indonesia yang masih terpuruk mendapat perhatian serius dari Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan SBY meminta pemerintah segera menunjukkan hasil kerja riilnya pada rakyat.dan berhenti beretorika.

Terlebih dengan retorika soal ideologis. Menurut SBY, dalam kondisi ekonomi nasional saat ini yang masih terpuruk, rakyat hanya butuh mampu membeli kebutuhan dengan uang yang mereka miliki.

Dia meminta agar pemerintahan tidak terus-terusan hanya sekedar melontarkan retorika.

“Tolong berhenti retorika ideologis. Rakyat dalam keadaan seperti ini tidak butuh retorika ideologis. Rakyat butuh barangnya ada dan harganya terjangkau. Kalau main retorika dari hari ke hari enggak akan selesai masalah,” kata SBY dalam rapat pleno Pengurus Pusat di Cipanas, Jawa Barat, seperti dikutip dari merdeka.com, Sabtu (29/8/15)

SBY juga berharap agar pemerintahan Jokowi tak hanya mengumbar janji-janji mengatasi ancaman krisis ekonomi.

“Pastikan jangan ada janji-janji yang baru dengan menambah APBN. Di samping tidak tepat, uangnya juga tidak ada, coba anggota dewan DPR yang ada di sini cocokkan. Kalau (uangnya) ndak ada ya mbok ya jangan ada janji yang baru,” tukasnya.

Ketua Umum Partai Demokrat itu meminta pemerintahan Presiden Joko Widodo segera melakukan kerja nyata. Misalnya, dengan melakukan stabilisasi harga bahan pokok yang diperlukan rakyat.

Beberapa tips yang disampaikan SBY pada kesempatan tersebut antara lain:

  1. Turunkan harga kebutuhan pokok.
  2. Rerevisi kebijakan kementerian yang berpotensi menambah inflasi.
  3. Memastikan suplai kebutuhan pokok secara nasional tercukupi atau mencegah kenaikan harga pada bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Kritik SBY tersebut langsung mendapat respon dari Politikus PDIP Arteria Dahlan. Dikutip dari republika.co.id, Arteria  menyayangkan sikap Presiden keenam Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono yang memberikan saran untuk Presiden Jokowi dalam menghadapi masalah ekonomi saat ini. Menurut Arteria, SBY seharusnya memberikan dukungan kepada pemerintahan.

“Saya sangat menyayangkan statement-nya seperti itu. Harusnya pemimpin, apalagi presiden Indonesia keenam membangun semangat optimisme,” kata Arteria di gedung DPR, Jakarta, Jumat (28/8).

Arteria mengatakan, Kabinet Kerja yang dipimpin Jokowi-JK bukannya tidak bekerja. Tapi, situasi dan kondisi yang ada saat ini memang mengharuskan pemerintahan bekerja lebih keras. Oleh karena itu, ia meminta kondisi saat ini tidak dijadikan polemik dan komoditas politik. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization