Topic
Home / Pemuda / Essay / Ajang Peningkatan Iman

Ajang Peningkatan Iman

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (devianart / akhghazali)
Ilustrasi. (devianart / akhghazali)

dakwatuna.com – Masih saja ada permasalahan di negeri ini. Soal KPK-Polri, Ahok-DPRD, Bali nine, begal, BBM, dan lain sebagainya. Bahkan di tingkat keluarga pun bisa ada yang namanya masalah. Itu wajar. Wong namanya juga manusia. Di mana ada manusia di situ ada masalah. Tapi sebenarnya itulah yang membuat dunia ini meriah. Jika keadaan dunia ini lempeng saja, akan terasa hambar. Coba bayangkan jika kita makan makanan yang rasanya manis saja, apa nggak bosan? Perlu ada hal-hal extrime.

Remaja hanya melakukan hal-hal yang formal saja, cuma mendengarkan guru, belajar, diam di rumah, rasanya juga bosan. Dan tidak berkesan. Perlu ada gejolak-gejolak yang memberikan bumbu-bumbu kehidupan kita. Nah, masalah itulah yang memberikan bumbu atau tantangan hidup kita agar menjadi sedap.

Masalah-masalah yang di dunia ini membuat ramai. Coba kalau tidak ada koruptor, pasti nggak ramai. Nggak ada Israel juga nggak ramai. Nggak ada IS juga nggak ramai. Keberadaan mereka sangat diperlukan. Perlu untuk apa? Untuk meningkatkan keimanan. Pernah main Game Advanture? Pasti pernah dong. Nah, di situ kan ada level-levelnya. Dari level satu sampai ke level tertentu. Jika kita mampu menyelesaikan level satu, pastia kan ke level dua. Memang, tantangannya lebih sulit dan rumit. Tapi dijamin tambah seru dan menantang. Jika kita hanya bermain di level satu saja, memang mudah, tapi bosan. Terasa tidak ada peningkatan. Semuanya terasa begitu-begitu saja. Kekuatannya sama, musuhnya sama, lamanya sama, posisi musuh juga sama.

Sama halnya dengan keimanan kita. Jika masalah yang dihadapi cuma ‘gitu-gitu doang’, keimanan juga ‘gitu-gitu doang’. Semakin besar masalah yang kita hadapi, semakin besar pula aduan yang kita adukan kepada Allah.

Kenapa Allah tidak menghanguskan Zionis-Israel? Kenapa Koruptor tidak dihilangkan saja? Kenapa penjahat-penjahat tidak dimatikan saja? Kenapa setan dan iblis diciptakan? Itu semua agar manusia semakin cinta kepada Allah. Allah berfirman “Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu…” (QS. Muhammad: 31).

Semua permasalahan itu ada supaya keimanan kita meningkat. Dulu, kafir Qurays menyiksa kaum muslimin yang lemah. Budak-budak yang beragama islam disiksa dengan sangat kejam, seperti Bilal bin Rabbah. Pernah suatu kali bilal ditidurkan di padang pasir dan ditimpa batu yang besar. Bilal dipaksa keluar dari agama islam. Akan tetapi Bilal tetap teguh pada pendirian. Dan orang-orang seperti itulah yang kaut keimanannya. Sama seperti rakyat indonesia dulu saat dijajah bangsa asing. Jiwa patriotisnya sangat luar biasa. Rela mengorbankan nyawa.

Sekarang, Islam sudah besar dan aman, seperti di Indonesia. Tapi malah jauh dari Allah. Berbeda dengan Palestina yang harus bertempur dengan Israel. Keimanan mereka akan semakin kuat. Karena mereka dalam keadaan berjuang.

Bukan berarti saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk membuat masalah. Sama sekali bukan. Tapi marilah Kita jadikan semua masalah yang ada di sekitar kita itu untuk ajang meningkatkan level keimanan kita. Menjadikan masalah sebagai pelajaran hidup untuk menjadi yang lebih baik. Tidak malah berkeluh kesah “aduh, kok begini.” “hemmm… Masalah kok ada terus.” “kenapa hidup ini dipenuhi masalah”. Boleh saja sih berkeluh kesah, tapi kepada Allah. Tidak dijadikan sebagai penyebab putus asa.

Adanya masalah itu untuk menjadikan kita menjadi lebih baik, bukan tambah buruk. Jadi, ketika ada masalah jangan galau, tersenyum saja. Anggap saja Game di HP. “ngomong doang mudah. Jalaninnya yang susah.” eh, ngomong itu butuh mikir. Mencari solusi juga butuh mikir. Sama susahnya.

Semoga kita selalu berada di sisi-Nya.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar

Lihat Juga

Keimanan Adalah Keberpihakan

Figure
Organization