Home / Berita / Silaturahim / Warga Kampung Daklan Dipicu Untuk Lakukan Gerakan Jambanisasi

Warga Kampung Daklan Dipicu Untuk Lakukan Gerakan Jambanisasi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Warga kampung Daklan mengikuti simulasi kesadaran jambanisasi oleh LAZ HARFA. (Zulaikha/LAZ HARFA)
Warga kampung Daklan mengikuti simulasi kesadaran jambanisasi oleh LAZ HARFA. (Zulaikha/LAZ HARFA)

dakwatuna.com – Pandeglang.  Pada Selasa (25/8/15) pagi ini, warga Kampung Daklan digempur untuk membangun jamban dirumahnya masing-masing. Daklan merupakan salah satu kampung di Desa Sukaresmi, Kec. Sukaresmi, Kab. Pandeglang.

Menurut pengakuan warga setempat, mereka terbiasa melakukan BAB di sembarang tempat, seperti di sawah, rawa, kali maupun sungai. Hanya 6% warga Daklan yang telah BAB di jamban. Kebiasaan negatif ini menjadi atensi khusus bagi Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ HARFA) Cabang Pandeglang untuk mengadakan program pemicuan CLTS (Community Led Total Sanitation) secara berkala atau sering disebut dengan jamban.

Sebanyak 50 warga menghadiri kegiatan pemicuan ini. Baik bapak-bapak, ibu-ibu maupun anak-anak berkumpul di depan rumah Rukun Tangga (RT) Kampung Daklan, Bapak Misja. Hadir diantaranya tokoh masyarakat Bapak Suryadi, Ustadz Hasanudi, dan penghulu Desa Sukaresmi Bapak Janawi.

Pemicuan CLTS dilakukan dalam suasana santai, berdiri membentuk lingkaran besar dan dilakukan luar rumah (outdoor). Pukul 10:00 WIB, acara telah dibuka oleh Hifdurrahman, seorang fasilitator LAZ HARFA. Beliau mengatakan,”

“Bapak.. Ibu.. Pagi-pagi sudah pada makan belum? Kalau habis makan, biasanya itu ngapain pak, bu? BAB perginya ke kamar mandi atau ke rawa pak, bu?” Diselingi tawa kecil, para bapak dan ibu pun menjawab pertanyaan-pertanyaan ringan tersebut.

Pemicuan harus diawali dengan pertanyaan ringan agar tercipta komunikasi dua arah. Pertanyaan tersebut bisa berupa penyakit yang akan timbul dari BABS (Buang Air Besar Sembarangan), rasa bau dari kotoran, harga diri ataupun berupa alasan ekonomis.

Koordinator Pemicuan, Zulaikha Fadliyah, SEI. menuturkan tentang pentingnya pertanyaan tersebut disinggung kepada warga. Menurutnya, pemicuan akan berhasil jika warga merasa dirinya terlibat secara aktif dalam masalah yang dibicarakan, dalam hal ini yaitu masalah BABS. Maka, pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemicuan CLTS.

Selanjutnya, pemicuan diisi dengan simulasi sederhana, yaitu membuat peta kampung oleh ketua RT, miniatur rumah warga dan membubuhinya dengan semen kuning sebagai simbol kotoran yang mereka buang sembarangan. Dari hasil simulasi, sebagian besar warga mengakui bahwa kotoran tersebut membuat desa mereka menjadi tidak indah lagi. Mereka juga sadar bahwa kebiasaan tersebut memberi dampak buruk bagi lingkungan mereka.

Kesadaran tentang BABS inilah yang digalakkan oleh LAZ HARFA. LAZ HARFA berusaha menggugah kesadaran warga. Sehingga, tujuan jangka pendek dari program pemicuan CLTS ini adalah warga memiliki komitmen untuk membangun jamban dalam rumahnya, tanpa paksaan dan tanpa bantuan dana dari LAZ HARFA.

Pada akhir rangkaian acara, warga menandatangani kontrak sebagai tanda komitmen mereka. Sebanyak 11 orang berkomitmen untuk membangun jambannya dalam waktu dekat. Semoga melalui pemicuan ini, kesadaran warga akan segera tumbuh dan siap mewujudkan kampung yang bersih dan sehat. (khafa/harfapandeglang/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar

Lihat Juga

Kilas Balik Menuju Peringatan 100 Tahun Dan Muktamar Mathla’ul Anwar Ke 19 di Pandeglang

Organization