Home / Berita / Opini / Kampung Pulo dan Kelas Menengah

Kampung Pulo dan Kelas Menengah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Bentrok antara warga Kampung Pulo dengan petugas yang memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka di bantaran ciliwung. (kompas.com)
Bentrok antara warga Kampung Pulo dengan petugas yang memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka di bantaran ciliwung. (kompas.com)

dakwatuna.com – Pendekatan Ahok tipikal merepresentasikan sudut pandang dan ego kelas menengah, yang tidak menyukai ketidaknyamanan dan kesemrawutan Jakarta. Biasa berada di dalam mobil pribadi yang nyaman dan zero toleran terhadap inefektivitas Jakarta karena ketidakdisiplinan rakyat kecil.

Saya percaya mereka kini sedang merayakan pendekatan keras dan angkuh Ahok untuk alasan legal dan tidak bertele-tele. Bahkan termasuk warga (seperti kampung Pulo) bukan area terdampak. Jakarta butuh pemimpin keras, begitu kira-kira logikanya.

Pendekatan simpel, walaupun menyimpan sejuta masalah. Tidak humanis karena menempatkan rakyat kecil dan kemiskinan sebagai sumber permasalahan. Padahal berdekade, segmen ini merasa kevakuman peran negara.

Konon, revitalisasi sungai Ciliwung telah mencapai titik temu dengan konsep permukiman berbasis kehidupan sungai. Logikanya, tidak mungkin mengeliminasi kehidupan ekonomi yang telah berurat akar di sepanjang bantaran Ciliwung. Penataan sempadan dan rumah kumuh menjadi program bersama yang melibatkan Kemenpera, Kemensos dan Pemda dengan pembiayaan APBN.

Namun, itulah tipikal kelas menengah, yang tidak menghendaki pendekatan kompleks dan butuh proses agak lama. Bagi kelas ini, memindahkan rakyat ke rusun sekelas ‘apartement’, well-furnished adalah langkah manusiawi, walaupun akan meninggalkan problem sosial di belakangnya.

Rupanya, Ahok tidak sabar dengan pendekatan itu, baik dari sisi ekonomis maupun politik. Sisi politiknya, Ahok menghendaki quick win dalam pilkada melalui dukungan kelas menengah Jakarta yang ingin kenyamanan dan bebas dari kesemrawutan Jakarta. (dzakirin/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Penulis Buku Kebangkitan Pos Islamisme: Analisis Strategi dan Kebijakan AKP Turki Memenangkan Pemilu.

Lihat Juga

[Video] Menlu Turki Kejutkan Warga Sudan

Organization