Topic
Home / Berita / Daerah / Ternyata Ahok Pernah Protes Walikota Tangerang Ketika Ingin Gusur Warga Cina Benteng

Ternyata Ahok Pernah Protes Walikota Tangerang Ketika Ingin Gusur Warga Cina Benteng

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (liputan6.com)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (liputan6.com)

dakwatuna.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang biasa disapa Ahok, ternyata pernah protes ketika pemukiman warga Cina Benteng di Kampung Sewan, Tangerang pada 2010 lalu ingin digusur oleh mantan wali kota Tangerang, Wahidin Halim, seperti yang dikutip dari Republika, Senin (24/8).

Saat itu, Ahok yang masih menjabat sebagai anggota Komisi II DPR menegur Wahidin karena tak menyediakan uang ganti rugi bagi warga yang rumahnya akan digusur.

Seperti yang dilansir Republika pada Mei 2010, Ahok menyesalkan keputusan Pemkot Tangerang untuk tidak memberikan ganti rugi kepada warga Cina Benteng yang akan digusur. Ahok menyampaikan hal tersebut saat Wahidin Halim dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan rencana penggusuran pemukiman Cina Benteng di Tangerang pada 28 Mei 2010.

Ahok juga mempertanyakan ihwal anggaran yang tidak tersedia untuk memberikan ganti rugi. Menurut Ahok, Pemkot Tangerang bisa memanfaatkan APBD untuk membayar ganti rugi. APBD 2010, lanjut Ahok, bisa digunakan sebagai ganti rugi asal mendapat persetujuan dari DPRD setempat.

“Asal DPRD-nya setuju, tidak masalah,” ucap Ahok ketika itu. Selain itu, sambung Ahok, jika Pemkot Tangerang serius untuk membayar ganti rugi, Pemkot Tangerang bisa mencari dana bantuan sebagai dana penunjang bagi warga.

Menurutnya Ahok, tindakan menggusur ratusan rumah warga tanpa memberikan ganti rugi merupakan tindakan yang tidak bisa diterima. Sebab, warga membangun dengan hasil jerih payah mereka selama bertahun-tahun.

Sementara itu, terkait penggusuran ratusan rumah di Kampung Pulo menurut Ahok bukan hal yang kejam. Karena, Ahok pernah menggusur 13 rumah toko (ruko) di Jatinegara yang bersertifikat.

“Kalian masih inget enggak, ada turunan Cina 13 ruko? Inget enggak? Di atas itu (Kampung Pulo) kan sekarang alat berat bisa masuk. Karena ada 13 ruko yang saya robohkan,” kata Ahok di Jakarta, seperti yang dilansir Sindonews, Ahad (23/8).

Meski memiliki sertifikat, Ahok tidak memperdulikan hal tersebut. Bahkan para pemilik ruko marah, Ahok tak memperdulikan hal tersebut. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization