Home / Berita / Daerah / Dikritik JJ Rizal, Ahok: Dia Gak Bisa Bedain PIK dan Pluit

Dikritik JJ Rizal, Ahok: Dia Gak Bisa Bedain PIK dan Pluit

JJ Rizal dan Ahok
Sejarawan Betawi, JJ Rizal mengkritik Ahok terkait penggusuran Kampung Pulo. (merdeka.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Keputusan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merelokasi kawasan pemukiman Kampung Pulo, Jakarta Timur terus menuai protes dari banyak fihak.

Salahsatu protes keras datang dari sejarawan JJ Rizal yang mempertanyakan sikap Ahok yang menilai ahok tebang pilih. Kalau memang alasannya karena warga menyalahi peraturan dengan tinggal di lahan hijau atau daerah resapan, kenapa mereka yang tinggal di Pantai Mutiara, Pluit tidak juga digusur, demikian protes Rizal lewat akun twitternya @jjRizal. (baca: Sejarawan Betawi: Kalau Kampung Pulo di Gusur, Pluit Gusur Juga Dong)

Menurut Rizal, kawasan Pantai Mutiara merupakan kawasan 860 hektare yang diperuntukkan bagi hutan bakau dan resapan.

“Tapi Ahok kok malah belaga enggak tahu dan enggak berdosa tinggal di sana,” ujar Rizal dalam twitter-nya @JJRizal.

Menanggapi itu, Ahok menyebut Rizal tidak mengerti apa-apa. Termasuk soal wilayah Pluit yang dimaksud. “Dia goblok, isu itu tuh adanya di Pantai Indah Kapuk (PIK). Dia nggak bisa bedain PIK dan Pluit,” kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, sebagai mana dikutip dari ROL, Senin (24/8/15).

Ahok menyebut antara PIK dan Pluit berbeda jauh. Lokasi rumahnya di sekitar Muara Angke, Muara Baru yang bukan termasuk wilayah resapan air yang disebutkan Rizal.  Ia bahkan menawarkan Rizal belajar dengannya soal wilayah Pluit. “Makanya kalau mau nanya Pluit tanya gua biar agak pinter, jelas. Kasihan kalau terlalu goblok,” sindirnya.

Kritikan terhadap Ahok terkait penggusuran warga Kampung Pulo juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani.

Sebagaimana dikutip dari rmol.co, Putri dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu menegaskan seharusnya Ahok tidak mempertontonkan kekerasan dalam relokasi penduduk.

“Kami berharap hal-hal yang berkaitan dengan rakyat dapat dilakukan lebih persuasif, kemudian musyawarah dan mufakat, tanpa mempertontonkan keseraman,” ujar Puan kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (24/8).

Puan pun mengingatkan Ahok bagaimana saat Joko Widodo atau Jokowi melakukan tindakan persuasif ke warganya saat menjadi Gubernur DKI Jakarta dulu. Dalam beberapa kesempatan, Jokowi menyempatakan “blusukan” dan berdialog dengan warga Kampung Pulo.

“Sebenarnya bisa dilakukan jika dilakukan lebih persuasif dan lebih baik seperti Pak Jokowi dulu waktu Gubernur. Saya rasa Gubernur akan lakukan itu. Ke depan, Insya Allah tak akan ada hal-hal seperti itu,” demkian Puan. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Keikhlasan Dalan Kerja Dakwah

Figure
Organization