Home / Berita / Opini / Asal Ada Uang

Asal Ada Uang

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Uang (republika.co.id)
Uang (republika.co.id)

dakwatuna.com – Anda masih ingat kasus rombongan moge yang ditahan seorang pemuda di setopan lampu merah? Ya, sebuah pertanyaan lain mengapa polisi dengan mudah menjadikan pengendara moge (motor gede) bak raja di jalan raya bahkan aturan yang harusnya tegak di tangan polisi tetapi dilanggar begitu saja? Jawabannnya hanya satu: UANG.

Sebuah pengakuan polisi di Jogya dan saya yakin di kota manapun di Indonesia seperti ini “KAMI LEBIH TAKUT DIMUTASI JIKA KAMI TIDAK MENURUTI KEINGINAN PENGENDARA MOGE”

Pertanyaan adalah mengapa pengendara moge bisa memutasi polisi jika polisi tidak menuruti perintah pengendara moge? Apa hubungannya pengendara moge dengan polisi, moge kan bukan atasan polisi? Jawabannya hanya satu: UANG.

Uang yang mengendalikan hati nurani saat ini. Uang yang menjadikan orang tersesat. Uang yang membuat polisi takut pada pengendara moge.

Baiklah, kita lanjut…

Sudah berapa banyak kasus korupsi Ahok yang dilaporkan masyarakat ke Bareskrim dan KPK? Jawabannya, banyak, lalu mengapa Bareskrim dan KPK tidak bergerak, tidak berani melakukan penyelidikan dan penyidikan? Mengapa Ahok berani dengan brutal menghajar Penduduk di Ibu Kota Jakarta? Jawabannya hanya satu: UANG.

Kekuatan uang yang dikendalikan cukong-cukong Cina di belakang Ahok sangat kuat, Bareskrim tidak berani, KPK tidak berani. Bukan soal takut disogok dengan uang tetapi ancaman seperti polisi dan moge itu yang terjadi. Cukong Cina itu tidak akan menyogok KPK dan Bareskrim karena mereka tahu itu akan mudah dikenai hukum, tetapi dengan uang mereka, posisi ketua KPK bisa diganti, posisi polisi bisa dipindahkan, karena ada kekuatan besar di atas KPK dan Bareskrim yang membutuhkan uang. Okelah jika itu yang bukan terjadi, maka uang juga bisa merekayasa kasus. Orang-orang yang berani melawan cukong itu akan dibuat tak berdaya jika nanti direkayasa kasusnya sehingga walaupun tak bersalah bisa masuk penjara. Jika itu yang bukan terjadi misalnya, uang pun bisa membayar pembunuh bayaran. Mereka yang takut nyawanya terancam maka tak berani dengan para pemilik uang. Bisa saja anaknya diculik seakan-akan dibunuh oleh orang tak dikenal, istrinya dibuat seolah-olah tabrak lari, atau dirinya sebagai penegak hukum dibunuh dengan rekayasa kecelakaan tunggal atau kecelakaan beruntun. Dengan UANG semuanya bisa diciptakan.

Jangan aneh, jika Ahok semakin merasa jumawa karena di belakangnya adalah para penguasa uang. Jangan merasa aneh jika ada orang baik-baik bisa dipenjara dan orang-orang shalih yang menurut kita jauh dari korupsi, eh tersangkut juga karena semuanya bisa direkayasa, asal ada UANG.

Jangan merasa aneh pula kok bisa ya ada orang yang tidak punya kapasitas, ditentang banyak orang, banyak masalah, bahkan pernah masuk penjara karena suap menyuap kok, bisa jadi bupati lagi, kok bisa jadi walikota dan gubernur lagi? Jawabannya adalah mereka punya uang atau orang-orang di belakang mereka adalah penguasa uang yang bisa berbuat apa saja yang mereka mau.

Semuanya asal ada uang.
Polisi bisa takut dimutasi karena pengendara moge berkuasa penuh untuk mengendalikan petinggi-petinggi polisi dengan uang mereka, demikian juga Bareskrim dan KPK.

Saat Uang sudah berkuasa
Jangan pernah berharap ada keadilan di sana
Biarkanlah hukum rimba yang membalasnya
Sampai kiamat itu datang dan mengembalikan semuanya

Tetaplah jaga iman dan taqwa
Karena uang tak kan mampu membelinya

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
HR Manager PT Hitachi Power Systems Indonesia, Tinggal Di DKI Jakarta kelahiran Kota Ketapang, Kalimantan Barat. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat.

Lihat Juga

Cina Kembali Tindak Tegas Ibadah Ramadhan Muslim Uighur