Topic
Home / Berita / Nasional / Keberangkatan Puluhan Calon Jemaah Haji Tertunda karena Visa

Keberangkatan Puluhan Calon Jemaah Haji Tertunda karena Visa

Jamaah Haji Indonesia
Jamaah Haji Indonesia (inet). (metrotvnews.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Keberangkatan calon jamaah haji kloter awal disejumlah embarkasi mengalami penundaan dikarenakan belum terbitnya visa dari Pemerintah Arab Saudi sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Agama.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, masalah tersebut disebabkan Pemerintah Arab Saudi memberlakukan sistem baru pendataan calon jamaah haji. Namanya E-Hajj.

Dengan sistem tersebut, Pemerintah Arab Saudi mensyaratkan Pemerintah Indonesia harus mengunggah data dan informasi calon jamaah haji secara elektornik. Hal itu meliputi jaminan akomodasi, katering, dan transportasi.

Setelah data dikirim, Kementerian Haji dan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi baru memproses. Meski begitu, Abdul tak menampik bila lembaganya punya keterbatasan untuk menyelesaikan pendataan tepat waktu. “Dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf atas kekurangan ini,” ujar Abdul sebagaimana dikutip dari Tempo.co, Sabtu, (22/8/15).

Menurut dia, keterlambatan visa memang banyak menimpa calon jamaah haji yang berangkat di kloter awal. Padahal, sepekan lalu 125 ribu visa calon jamaah haji sudah rampung. Namun, tahap akhir keberangkatan justru visa bagi jamaah yang berangkat terlebih dahulu yang masih belum diterbitkan Pemerintah Arab Saudi.

Abdul menyebut Kedutaan Besar Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia sedang mengebut penyelesaian administrasi visa. Hingga kini 135 ribu visa calon jamaah haji sudah diselesaikan. “Kami terus bekerja lembur untuk menyelesaikan 150.200 permohonan visa haji,” dia berujar.

Adapun situasi terkini jamaah haji yang berangkat di kloter awal ialah sudah sampai di HOTEL. Abdul mengatakan jamaah merasa puas dengan pelayanan akomodasi dan konsumsi yang disediakan Pemerintah Indonesia. Salah satu penilaiannya ialah penginapan di hotel yang kini ditempati 3-4 orang dari sebelumnya 7-8 orang per kamar. “Mereka tak menyangka musim haji tahun ini bisa berangkat kelas reguler namun pelayanan kelas satu,” Abdul menuturkan.

Untuk musim haji tahun ini, pemerintah berupaya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi calon jamaah haji, salah satunya dengan menerbitkan aplikasi yang dinamakan ‘Haji Pintar’.

Dikutip dari viva.co.id, Aplikasi itu menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan oleh para calon jamaah haji.

Salah datunya adalah sebagai petunjuk jalan agar mereka tidak tersesat di tanah suci. Selain itu juga menyediakan jadwal keberangkatan dan kepulangan masing-masing kloter, pemondokan, maktab, serta doa-doa selama ibadah haji.

Aplikasi Haji Pintar itu juga menyajikan waktu makan, termasuk menu makanan setiap harinya selama ibadah haji berlangsung. Menurutnya, aplikasi tersebut memang baru diluncurkan pada tahun ini.

Para jamaah sudah dapat mendownloadnya dengan mudah melalui play store. “Panduan doa tinggal menggunakan headset, tanpa harus mendengarkan teriakan pembimbing jemaah dari jarak jauh,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) DIY Nizar Ali. saat ditemui usai acara pamitan jamaah haji asal DIY di bangsal Kepatihan, Kamis (20/8/2015). (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bentuk-Bentuk Penyimpangan di Jalan Dakwah (Bagian ke-3: Persoalan Jamaah dan Komitmen (Iltizam))

Figure
Organization