Topic
Home / Berita / Nasional / Kisah Masuk Islamnya Anak Keluarga Pendeta dalam Parade Tauhid

Kisah Masuk Islamnya Anak Keluarga Pendeta dalam Parade Tauhid

Steven Indra Wibowo berkisah tentang seorang pemuda yang bersyahadat saat digelarnya acara Parade Tauhid di GBK,  Ahad (16/8/15). (republika.co.id)
Steven Indra Wibowo berkisah tentang seorang pemuda yang bersyahadat saat digelarnya acara Parade Tauhid di GBK, Ahad (16/8/15). (republika.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  ParadeTauhid Indonesia yang digelar Ahad (16/8/15) menghadirkan sebuah kisah yang akhirnya mengubah jalan hidup seorang non-Muslim. Steven Indra Wibowo dari Mualaf Centre Indonesia berkisah tentang proses bersyahadatnya seorang pemuda Protestan dalam Parade Tauhid di Gelora Bung Karno, Senayan.

“Dia peserta jogging,” kata Steven sebagaimana dikutip dari ROL, Rabu (19/8/15).

Setiap hari Ahad kawasan sekitar senayan memang ramai dijadikan tempat jogging oleh warga Jakarta. Tak terkecuali BW (25 tahun), pagi itu juga tengah jogging di arena belakang panggung Parade Tauhid. BW merasa heran menyaksikan ratusan ribu umat Islam berkumpul.

Berangkat dari rasa penasaran tersebut, BW kemudian menghampiri Steven yang kebetulan berada di sana. Steven sendiri saat itu sedang memperbaiki drone yang digunakan untuk meliput acara Parade Tauhid.

Keduanya berkenalan dan ngobrol beberapa hal selama kurang lebih satu jam. Salah satu pertanyaan yang diajukan BW kepada Steven adalahkenapa bukan orang Islam saja yang masuk Kristen. Ia berargumen, dalam Alquran juga disebutkan kalau nabi Isa akan turun lagi untuk menyelamatkan. Bahkan, kata BW, nabi Isa lebih banyak disebut dibandingkan Muhammad di dalam Alquran.

“Saya bilang, ya itu Alquran. Kamu kan bukan Islam, ngapain kamu pakai Alquran untuk jadi pedoman kamu. Kalau kamu percaya bahwa Yesus (Nabi Isa) menyelamatkan kembali seperti di Alquran kamu harus masuk Islam, maka kamu akan diselamatkan,” kata Steven, mengisahkan jawabannya kepada BW. Steven mengaku sudah biasa menghadapi hal seperti itu di lapangan.

Steven bertutur, sebelum bersyahadat sebenarnya BW sempat ragu, mengingat ia berasal dari keluarga pendeta di Malang sehingga dapat dipastikan akan timbul protes dari keluarga.

Ketua Mualaf Centre Indonesia itu meyakinkan, kalau sudah ada niat masuk Islam, akan belajar seiring waktu.

Setelah berdiskusi panjang lebar, BW akhirnya memutuskan untuk berislam. “Syahadatnya juga di samping panggung parade,” kata Steven. Beberapa orang dari Mualaf Center Indonesia menjadi saksi prosesi syahadat BW.

Meski, kata Steven, keislaman BW masih sembunyi-sembunyi karena masalah keluarga. Steven menambahkan, pihaknya sudah mulai melakukan follow-up dengan tim Mualaf Center di Jakarta Barat. Mereka mengajari BW cara sholat dan belajar membaca Alquran.

Parade Tauhid dihadiri oleh ribuan umat Islam yang turut berjalan kaki dari Gelora Bung Karno (GBK) hingga Bundaran HI.

Dikutip dari detikcom, Parade Tauhid dimaksudkan sebagai wujud rasa syukur umat Islam dihari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-70.

“Ini parade tauhid sebagai bentuk mensyukuri nikmat kemerdekaan RI ke-70, karena kemerdekaan itu kalau Allah tidak memberikan ya tidak akan merdeka. Maka ini bentuk kita mensyukurinya,” ujar ketua panitia Edi Mulyadi di GBK, Minggu (16/8/2015)

Selain itu, Edi menjelaskan parade juga sebagai bentuk halal bihalal antar ormas islam dan tokoh-tokoh muslim. “Ada juga tujuannya sebagai realisasi dari hasil kongres umat islam ke-6 di Yogya yaitu penguatan di bidang politik islam, ekonomi islam, dan sosial budaya islam,” terangnya. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization