Home / Berita / Internasional / Afrika / Ini Dia Temuan Universitas Oxford Terkait Korban Pembantaian di R4BIA

Ini Dia Temuan Universitas Oxford Terkait Korban Pembantaian di R4BIA

Para korban meninggal di Bundaran R4BIA. (klmty)
Para korban meninggal di Bundaran R4BIA. (klmty)

dakwatuna.com – Kairo. Sebuah kajian dilakukan beberapa peneliti dari Universitas Oxford Inggris terhadap data para korban pembantain di Bundaran R4BIA, Agustus 2013 yang silam. Apa hasil kajian yang disebut sangat mencengangkan itu?

Situs Klmty, Ahad (16/8/2015) memberitakan bahwa para peneliti Universitas Oxford melakukan penelitian terhadap 701 demonstran yang menjadi korban meninggal dalam pembantaian di Bundaran R4BIA, Agustus 2013. Data diambil dari situs wikithawra.wordpress.com, yang memang instens mendokumentasi data para korban pembantaian militer selama menentang kudeta yang dipimpin As-Sisi sejak Juli 2013 hingga sekarang.

Hasilnya, 701 korban yang terdata itu berasal dari 333 daerah yang berbeda di Mesir. Yang mengherankan, jumlah korban dari daerah yang mayoritas penduduknya mendukung Presiden Mursi tidak lebih banyak dari jumlah korban dari daerah lainnya. Persentasenya rata-rata. In bisa menunjukkan bahwa di antara korban pembantaian adalah orang-orang yang tidak berafiliasi kepada Ikhwanul Muslimin, hanya sekadar menolak dilakukannya kudeta militer.

Hasil lain, yang juga menjadi sangat berbeda dari sosialisasi media-media pendukung kudeta, bahwa mayoritas korban meninggal tidak berasal dari daerah-daerah miskin dan tidak terpelajar. Sebaliknya, mereka berasal dari daerah-daerah elit secara ekonomi dan sosial. Selama ini, pemerintah militer melalui media-media pendukungnya selalu mengatakan bahwa para demosntran di Bundaran R4BIA adalah orang-orang miskin buta huruf yang mau berkumpul demi mendapatkan sekadar imbalan makanan.

Laporan penelitian ini diakhiri dengan kesimpulan, siapapun yang menjadi korban pembantaian, pelakuknya tidak boleh luput dari kejaran dan jeratan hukum. (msa/dakwatuna)

Sumber: Klmty

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

FORKOMMI dan FOKMA Malaysia Adakan Bakti Sosial untuk Korban Gempa Palu