Topic
Home / Berita / Nasional / Harga Daging Sapi Mahal, Pemerintah Siap Tambah Kuota Impor

Harga Daging Sapi Mahal, Pemerintah Siap Tambah Kuota Impor

Sapi impor asal australia. (bisnis.com)
Sapi impor asal australia. (bisnis.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Meroketnya harga daging sapi memancing Asosiasi Pedagang Daging dan Sapi Potong Indonesia (APDASI) Bandung Raya mengancam mogok dagang dan menuntut agar daging sapi stabil.

“Kami menerima surat resmi dari APDASI, bahwa terhitung Sabtu (8/8/2015) pukul 12.00 sampai Rabu (12/08) pukul 12.00 akan mogok jualan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) Kota Bandung Elly Wasliah di Balai Kota umat (07/08/15), sebagaimana dikutip dari tribunnews.com

Elly mengatakan bahwa pemicu kenaikan harga karena di Triwulan ketiga tahun ini ada penurunan kuota impor sapi ke indonesia.
Kuota impor sapi awalnya sekitar 287 ekor, kini hanya 50 ribu ekor. Penghentian adalah untuk memberdayakan sapi lokal.

Guna mengatasi kelangkaan pasokan daging sapi, Pemerintah berencana menambah impor sapi sebanyak 50 ribu ekor dari Australia. Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menyebut, jenis sapi yang akan diimpor yakni sapi bakalan. Untuk selanjutnya, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang akan menjadi pelaksana impor.

“Izinnya sudah saya keluarkan dan saya tandatangani,” kata Gobel di Jakarta pada Senin (10/8/11) seperti dikutp dari ROL, Sebelumnya, pemerintah melakukan pembatasan impor sapi berdasarkan kebutuhan dan mempertimbangkan pasokan dalam negeri. Indonesia pun hanya mengimpor sapi Australia sekitar 50 ribu ekor pada Juli hingga September mendatang.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Menteri Pertanian, lanjut dia, pasokan daging cukup hingga empat bulan ke depan. Namun mempertimbangkan kondisi pasar diputuskanlah RI menambah impor sapi.

Merespons instruksi Kemendag, Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti menyebut saat ini situasi Indonesia mendesak untuk melakukan impor. Untuk impor 50 ribu sapi Australia, ia mengaku masih akan melakukan koordinasi soal apakah jenisnya adalah sapi bakalan atau sapi siap potong.

“Belum ada spesifikasi berapa sapi bakalan atau sapi siap potong, teknisnya masih akan dibicarakan,” kata dia. Diterangkannya, pasca izin Kemendag untuk impor sapi dikeluarkan, Bulog akan kembali ke Menteri Pertanian untuk mengurusi izin administrasinya. Setelah itu ia kembali ke Kementerian Perdagangan untuk mengurus izin pelaksanaan impor.

Dia menyebutkan, proses impor sapi tambahan diperkirakan tak makan waktu lama. Hanya dalam hitungan hari, ia sedang mengupayakan izin pelaksanaan dikantongi. Sembari mengurus izin, Bulog pun melaksanakan negosiasi dengan pemilik sapi di negara asal yakni Australia.

Pengapalan sapi pun hanya butuh waktu sekitar dua pekan. Karena itu, ia berharap, penambahan impor sapi bisa dilaksanakan segera. Bulog pun mengaku telah siap bekerja sama dengan pengusaha potong hewan.

Menyoal jenis sapi yang akan diimpor, ia hanya menyebut sapi bakalan makan waktu untuk kemudian bisa dikonsumsi, yakni membutuhkan tiga bulan masa penggemukan. Sementara jika yang diimpor nantinya adalah sapi potong, pemerintah hanya membutuhkan karantina satu hingga dua hari untuk memastikan sapi bebas penyakit dan aman dikonsumsi. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Buah Impor

Cina Masih Jadi Sumber Impor Nonmigas Pemerintah

Figure
Organization