Topic
Home / Berita / Nasional / Hadapi Kekeringan, Ustadz Yusuf Mansur Ajak Rakyat Beristigfar

Hadapi Kekeringan, Ustadz Yusuf Mansur Ajak Rakyat Beristigfar

Kekeringan melanda hampir sebagian besar wilayah Indonesia. (bogor.net)
Kekeringan melanda hampir sebagian besar wilayah Indonesia. (bogor.net)

dakwatuna.com – Jakarta.  Pada 2015 ini, fenomena kekeringan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Daerah-daerah seperti Jawa, Sulawesi Selatan, Lampung, Bali, NTB dan NTT telah mengalami hari tanpa hujan berturut-turut sangat panjang.

Ustadz Yusuf Mansyur pun mengajak segenap masyarakat untuk kembali mengingat Allah SWT dengan beristigfar.

Menurutnya, musibah kekeringan ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk beristigfar. “Saat kekeringan kenapa mencari hujan buatan, harusnya mencari yang menurunkan hujan dengan beristigfar,” ujar Ustadz Yusuf usai menghadiri Tabligh Akbar di kampus Universitas Indonesia, Jumat (7/8/15), dikutip dari ROL.

Selain mengharapkan bantuan pemerintah, Ustaz Yusuf meminta masyarakat melakukan upaya-upaya secara mandiri. Program Pembibitan Penghafal Alquran (PPPA) sendiri kata Ustaz YM, turut bergerak mengatsi kekeringan dengan melakukan aksi kemanusiaan air di beberapa daerah yang kekurangan air seperti Bekasi, Blora dan Sukabumi.

Sementara itu dikutip dari BBC Indonesia, Para ahli metereologi mengatakan keadaan kering di Indonesia sudah lama diperkirakan karena apa yang dikenal sebagai El Nino – pemanasan suhu permukaan laut di Pasifik tropis.

“Kita bisa mengatakan secara meyakinkan bahwa apa yang terjadi dalam kaitannya dengan kekeringan di Indonesia dan sejumlah daerah Asia Tenggara terutama terkait dengan El Nino dan hal ini diperkirakan akan berlanjut kemungkinan sampai setelah 2015,” kata Omar Baddur, meteorolog di World Meteorological Organisation.

Para ilmuwan mengatakan selama keadaan El Nino terjadi, air yang lebih hangat dari pasifik barat laut bergerak ke timur, sehingga wilayah tersebut mengalami air yang lebih sejuk.

“Air yang lebih sejuk membawa keadaan yang lebih kering di bagian timur Asia Tenggara – seperti yang terjadi sekarang – berbeda dengan air lebih hangat yang dapat menguap dan menimbulkan hujan,” kata Edvin Aldrian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Peringatan El Nino juga disampaikan meteorolog India yang memperkirakan curah hujan musim hujan di bawah normal pada bulan Juli dan Agustus.

Lebih sepuluh negara bagian India mengalami curah hujan musim hujan yang kurang, kata Indian Meteorological Department.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Didukung MPJ, Ini Tanggapan Sandiaga dan Yusuf Mansur

Figure
Organization