Home / Berita / Nasional / Terkait Ahmadiyah, Ulil: Mereka Islam

Terkait Ahmadiyah, Ulil: Mereka Islam

Ulil Abshar Abdalla menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah Islam.  (panjimas.com)
Ulil Abshar Abdalla menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah Islam. (panjimas.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Dedengkot Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla menilai, ajaran Ahmadiyah masih termasuk golongan Islam. Ulil beralasan orang Ahmadiyah mengucapkan dua kalimat syahadat dan menunaikan rukun Islam sebagaimana yang dilakukan kaum Muslim di dunia.

“Ahmadiyah mmg Islam. Syarat Islam kan bersyahadat, salat, puasa, zakat, haji. Mereka lakukan semuanya,” katanya melalui akun Twitter, @ulil ketika menjawab salah satu pengikutnya dikutip dari ROL.

Sebelumnya, Ulil mendapat ucapan selamat dari Jemaat Ahmadiyah Indonesia terkait suksesnya Muktamar NU ke-33 di Jombang. Ulil pun menimpali bahwa ucapan tersebut menandakan rasa kasih sayang untuk semua, dan tak ada tempat bagi para pembenci. “Terima kasih untuk teman2 Ahmadiyah. Love for all, hatred for none!”

Sikap Ulil ini jelas bertentangan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa Ahmadiyah sebagai aliran yang berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan serta menghukumi orang yang mengikutinya sebagai murtad (telah keluar dari Islam). (baca: Penjelasan Tentang Fatwa Aliran Ahmadiyah)

Sikap menolak Ahmadiyah sebagai bagian dari Islam juga ditegaskan oleh Muhammadiyah. Muhammadiyah mempunyai sikap tegas menanggapi maraknya aliran menyimpang di luar ajaran Islam. Muhammadiyah menolak paham yang meyakini adanya nabi setelah Muhammad SAW.

“Sejak tahun 1933, Majelis Tarkih Muhamadiyyah sudah mengeluarkan putusan bahwa sesuai akidah Islam, Muhammadiyah menolak ada pemahaman dan ajaran lain yang meyakini nabi baru selain nabi Muhammad. Apapun dan siapa pun yang melakukan,” ujar Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam diskusi publik bertajuk “Masalah Kerukunan Umat Beragama dan Solusinya” di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl Cikini, Jakarta Pusat, Senin (21\/2\/2011).sebagai mana dikutip dari detikcom.

Sementara itu dikutip dari nu.or.id, sikap resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang aliran Ahmadiyah pada tanggal 9-11 September 2005 di Bogor Jawa Barat menyatakan bahwa:
“Ahmadiyah adalah aliran sesat dan keluar dari Islam karena tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al Quran, As-Sunnah dan ijma’ ulama. Sungguh pun demikian, masyarakat tidak boleh bertindak anarkis terhadap aktivitas yang dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah. Pelarangan terhadap paham dan aktivitas Ahmadiyah sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah atau penegak hukum dan bukan wewenang seseorang atau kelompok.”

Salah satu paham yang dianut Ahmadiyah adalah bahwa nabi terakhir bukan lah Rasulullah, melainkan Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di Qadian, Punjab, India pada 13 Februari 1835. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Komunitas Muslim Jerman Minta Aparat Jaga Seluruh Masjid

Organization