Topic
Home / Narasi Islam / Life Skill / Lima Cara Jitu Membangun Best Team Player by Engagement di Tempat Kerja

Lima Cara Jitu Membangun Best Team Player by Engagement di Tempat Kerja

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (prestiztrojmiasto.pl)
Ilustrasi. (prestiztrojmiasto.pl)

dakwatuna.com – Talent wins game, but team work and intelligence wins championship. Itulah petuah bijak yang diucapkan Michael Jordan sang legendaris basket dunia dari klub Chicago Buls. Yang menjelaskan pentingnya teamwork dari pada kemampuan unggul individu. Kemenangan tidak akan pernah terwujud manakala tidak ada kerjasama yang baik antar individu dalam organisasi, meskipun dipenuhi dengan orang orang yang hebat.

Contoh paling nyata dari petuah Michael Jordan di atas, adalah kisah kelam tumbangnya nama besar akibat ego dan perasaan paling hebat dari klub sepak bola Real Madrid ( mohon maaf kalau anda pendukung dari real madrid dan ikut larut dalam kesedihan ). Semua tahu kalau di klub ini bertabur dengan pemain bintang dunia. Tak kurang dari seluruh pemainnya adalah pemain mahal dan top. Di sana ada Ronaldo, Benzema, Gareth Bale, dan Rodriguez. Tapi apa daya tak mampu menjadikannya memenangi seluruh kompetisi dan liga di musim ini. Bahkan bertekuk lutut dengan tim underdog Atletico Madrid.

Hal ini pulalah yang juga ditegaskan oleh Michael Burchel & Jennifer Robin dalam bukunya the Great Work Place, yang merupakan hasil dari riset Great Place to Work Institute selama puluhan tahun, mengenai tempat kerja yang paling baik di setiap Negara dari sudut pandang karyawan. Riset ini menghasilkan kesimpulan bahwa tempat kerja yang hebat menurut persepsi karyawan adalah karena hubungan dan kerjasama yang baik antar orang-orang yang ada di dalamnya.

Dimana mereka bisa mempercayai atasan, bangga atas apa-apa yang mereka lakukan dan hubungan yang baik antar rekan-rekan kerja mereka. Dan dari hubungan dan kerjasama yang baik serta menyenangkan akan menghasilkan sinergi dan kinerja yang luar biasa.

Dan memang, alasan kenapa seseorang karyawan, bisa jadi juga anda, memilih pindah atau keluar dari perusahaan tidak selamanya karena salary competitiveness, salah satunya adalah better working environment atau lingkungan kerja yang baik, entah itu karena corporate value, learning and grow, maupun relationship.

Terlebih lagi hal ini menjadi penting, mengingat rendahnya keterikatan karyawan dengan organisasi yang ada di Indonesia bahkan dunia saat ini. Seperti yang dilaporkan dari riset Gallup ( sebuah lembaga internasional yang fokus pada riset performance management dan engagement ) bahwa keterikatan karyawan di Indonesia dengan organisasinya sangat rendah, rata-rata hanya 8%, selebihnya mereka merasa tidak puas.

Tentu saja ini menjadi dilema bagi kita semua, antara tuntutan performance company dengan segala kompetisinya yang semakin tinggi, dengan upaya untuk mempertahankan best talent. Bahkan a flagship company pun tidak luput dari kondisi ini.

Lantas Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah bagaimana strategi kita membangun Best team player by engagement, sehingga kita mampu mereguk high performance? Di bawah ini kita akan ulas satu persatu.

Sedikitnya ada 5 pilar penting yang perlu kita lakukan agar terbangun best team player:

  1. Mau terlibat

Without involvement there is no commitment begitulah Stephen Covey pernah berujar. Ya hanya dengan keterlibatan maka akan menghasilkan suatu ikatan. Keterlibatan ini tentunya harus berjalan kedua belah pihak, antara atasan dan juga tim. Bagi seorang atasan keterlibatan bisa berarti mau tahu atas apa yang tim lakukan, peduli dan tahu dengan kondisi tim, apa yang menjadi kendala, mampu memberikan terobosan serta jalan keluar, mampu memberikan motivasi dan mampu memberikan arahan dan pandangan yang luas ( helicopter view ) serta harapan yang jelas kepada tim. Bagi anda sebagai tim tentunya keterlibatan ini adalah inisiatif dan keinginan untuk berproses serta tanggung jawab untuk mewujudkan apa yang menjadi target kerja.

Keterlibatan aka proses, mampu menghasilkan komunikasi intens untuk menyamakan frekuensi antara atasan dan, tim serta saling memahami karakter masing-masing melalui pengambilan peran dan tanggung jawab. Dari sinilah yang akan membentuk ikatan komitmen dalam satu tim.

  1. Mau memberikan penghargaan dan pengakuan

Sekali lagi ingat mengenai hasil riset dari Great Place To Work Institute, bahwa menurut persepsi karyawan, tempat kerja yang hebat adalah yang ada hubungan baik orang-orang yang ada di dalamnya. Oleh karena itu peran anda sebagai atasan pastinya menjadi sangat penting disini dalam menjaga spirit dan motivasi tim.

Langkah yang bisa dilakukan adalah memberikan penghargaan dan pengakuan. Hal ini pulalah yang dilakukan Google dalam memperlakukan karyawannya sehingga mereka feel happy to work with (dalam tulisan Strategi Membangun Budaya Perusahaan Ala Google hal ini sudah kita pernah bahas ). Penghargaan tidak selamanya harus financial atau monetery tapi bisa juga nonmonetery. Kesan inilah yang akan menjadikan massage kepada tim bahwa anda sebagai atasan peduli.

  1. Mau menjadi pendengar yang baik

Agar dapat terbangun empati dan menangkap informasi sebanyak-banyaknya, maka ada kalanya perlu menjadi pendengar yang baik. Sama halnya dengan fungsi antena maka agar dapat menangkap sinyal dan gambar yang terang maka antena perlu dipanjangkan dan disetel dengan pas dan benar. Mendengar adalah langkah terbaik pula bagi anda sebagai atasan untuk menangkap pesan dan gambaran kondisi tim anda, sekaligus memberikan kanal penyaluran ekspresi dan suasana hati. Di saat yang sama anda mencoba untuk membuat poin-poin penting guna meyakinkan dan memberikan penguatan dan motivasi.

  1. Mau untuk terbuka dan percaya

Keterbukaan dan kepercayaan adalah hal yang tidak kalah penting pula dalam rangka membangun best team player by engagement. Dengan keterbukaan dan kepercayaan berarti anda tidak membuat jarak dan juga akan membantu meningkatkan level kepercayaan diri dari tim. Dari kepercayaan diri itulah akan muncul keyakinan dan dari keyakinan akan mampu memberikan dorongan untuk menghasilkan high performance.

  1. Berani mengambil resiko

Dalam situasi dan kondisi tertentu ada kalanya anda sebagai atasan mengambil peran strategis dan take action untuk hal-hal yang akan berdampak besar bagi tim dan organisasi. Peran ini akan memberikan efek dukungan dan pembangunan mental tim. Karena mereka akan merasa bahwa anda sebagai atasan bersama-sama dengan mereka dalam berproses dan mewujudkan hasil. Bukan hanya sekedar tahu beres.

Itulah kiranya 5 pilar penting yang perlu kita endapkan dan praktekan dalam rangka mereguk high performace melalui pembangunan best team player by engagement. Semoga kita bisa menjadi leader yang mampu mencetak leader.

Selamat beraktifitas kawan, teriring doa semoga hari Anda dipenuhi keberkahan dan menyenangkan. Salam sukses untuk Anda!!

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 5)
Loading...

Tentang

Avatar
Praktisi SDM dan Konsultan Manajemen. Posisi saat ini sebagai Group Head Human Capital Trisula Corp dan Direktur PT Sarana Riil Indonesia (Konsultan Manajemen dan Sumber Daya Manusia).

Lihat Juga

Tips Membangun Kepercayaan Anak dengan Ibu Bekerja Melalui Ramadhan

Figure
Organization