Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Uhibbuka Fillah

Uhibbuka Fillah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cover buku "Uhibbuka Fillah".
Cover buku “Uhibbuka Fillah”.

Judul: Uhibbuka Fillah
Penulis: Ririn Rahayu Astuti Ningrum
Penerbit: Wahyu Qolbu
Tahun Terbit: 2014
Tebal: xii + 304 halaman
ISBN : 979-795-825-6

dakwatuna.com – Buku ini adalah karangan Ririn Rahayu Astuti Ningrum. Berjudul Uhibbuka fillah. Ceritanya mampu mengharubirukan hati para pembacanya, cerita romantis namun tetap islami dengan pesan-pesan yang tersirat di dalamnya.

Buku ini berkisah tentang cinta sejati, cinta yang menuntun pada Ilahi juga keyakinan akan janji. Kentara sekali bahwa dalam kisah ini sangat menekankan tentang berartinya sebuah janji. Betapa janji itu harus ditepati. Karena terlepas dari orang yang terkait itu menunggu janji kita atau tidak, tapi setelah janji terucap oleh seseorang maka orang itu haruslah berupaya untuk menepati janji tersebut.

Tokoh-tokoh utama dalam kisah ini terasa begitu nyata. Karena tidak ada yang terlalu sempurna ataupun terlalu buruk. Aini, seorang gadis yang alim, pintar, baik, kalem, hampir sempurna, tapi masih terbelenggu oleh cinta palsu dan tanpa sadar memaksakan takdir. Dana, seorang anak gaul, sangat pintar, menemukan hidayahnya saat mengenal Aini, sejak saat itu pula cinta sejati karena Ilahi itu tumbuh. Hasan, seorang lelaki yang setia dinanti oleh Aini akibat janji yang pernah tersampaikan, namun karena keadaan sulit yang menghimpitnya saat masuk tingkat SMA maka ia lupakan masa lalunya dan berusaha perbaiki kondisinya saat itu.

Cinta ketiganya bertemu pada sebuah pertemuan yang tak disangka-sangka. Usaha dana untuk melihat cinta sejatinya bahagia benar-benar penuh perjuangan dan pengorbanan. Peristiwa yang mirip tejadi dengan yang pernah dialami oleh sahabat rasulullah S.A.W yang bernama Salman Al-Farisi.

Buku yang layak dibaca bagi yang menginginkan cinta sejati agar mengerti bahwa betapa menemukan jodoh itu perlu perjuangan. Dalam buku ini juga banyak terselip bait-bait puisi, banyak nasihat-nasihat yang layak dijadikan pegangan bagi para remaja yang sedang jatuh dalam kubangan cinta.

Sebagai perbandingan, saya cantumkan salah satu pendapat seseorang tentang buku ini.

“Novel yang kaya hikmah. Tentang keikhlasan, romantika cinta, dan ketulusan hati. Remaja-remaja sekarang mesti membacanya; banyak pelajaran hidup yang tersimpan dalam setiap jalinan ceritanya.” Sutanto Ari wibowo, Penulis Novel Diary Daun-Daun yang Terjatuh.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Mahasiswi jurusan Agronomi dan Hortikultura di IPB. Memiliki hobi menulis dan cita-citanya adalah menjadi seorang penulis dan pengusaha di bidang pertanian. Pernah mengikuti beberapa lomba menulis cerpen dan artikel dan berkesempatan menjadi juara.

Lihat Juga

Semusim Cinta, Ajang Menambah Ilmu dan Silaturahim Akbar WNI Muslimah Se-Korea Selatan

Figure
Organization