Topic
Home / Berita / Nasional / KAMMI: Soal Properti, Kembali Jokowi Abaikan Pribumi

KAMMI: Soal Properti, Kembali Jokowi Abaikan Pribumi

Rencana Presiden Jokowi melakukan penjualan properti kepada Asing dianggak KAMMI sebagai solusi malas pemerintah.  (rei.or.id)
Rencana Presiden Jokowi melakukan penjualan properti kepada Asing dianggak KAMMI sebagai solusi malas pemerintah. (rei.or.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Industri properti divonis mengalami kelesuan akhir-akhir ini, oleh pemerintah penjualan properti kepada asing dianggap sebagai solusi menaikan gairah. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kebutuhan properti yang belum terpenuhi (backlog) oleh pribumi sekitar 13,5 juta unit. Atau sekitar 2,6 juta unit per tahun berdasarkan hitungan REI (Real Estate Indonesia). Menjadi rancu dan sekedar alasan kapitalis pemerintah jika penjualan properti terhadap asing dianggap menjadi solusi.

Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) menyayangkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan A Djalil yang mengatakan menjual properti kepada asing akan menciptakan daya beli dan lapangan pekerjaan.

“Susah jika solusi yang dianggap efektif itu jual jual jual, bukan kerja kerja kerja. Lama kelamaan negara pun tak luput untuk dijual. Masalah ini seakan sudah disiapkan secara sistemik, NJOP naik, pemegang tender Tiongkok, pajak naik, properti naik, rencana penggusuran pribumi dari Jakarta bahkan dari Indonesia seakan telah disiapkan.” ungkap Ketua Umum PP KAMMI, Andriyana, Kamis (30/07/15).

KAMMI berharap Jokowi memberikan solusi yang efektif dan kreatif. Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Barri Pratama mengatakan. “Penjualan properti kepada asing merupakan solusi malas pemerintah. Masalah ini seharusnya dijawab dengan melakukan koreksi harga perumahan yang kini tidak mampu dijangkau masyarakat, maka daya beli properti akan kembali bergairah. Apalagi kebutuhan pokok pribumi salah satunya papan, dan menjadi kewajiban pemerintah turut memenuhi nya.”

“Jelas kebutuhan akan unit perumahan pribumi sangatlah besar, namun mengapa asing menjadi primadona di mata pemerintah. Ini menunjukkan tidak hanya dimana keberpihakan pemerintah, bahkan jiwa nasionalisme-nya turut dipertanyakan”, tambah Barri. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Azyumardi Azra Dukung KAMMI Masuk Kampus Guna Melawan Radikalisme

Figure
Organization