Topic
Home / Berita / Nasional / Inilah Dampak Mematikan dari Antibiotik

Inilah Dampak Mematikan dari Antibiotik

Mengkonsumsi antibiotik tidak sesuai aturan dapat menimbulkan resiko kerusakan organ tubuh.  (dailymotion.com)
Mengkonsumsi antibiotik tidak sesuai aturan dapat menimbulkan resiko kerusakan organ tubuh. (dailymotion.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Antibiotik menjadi jenis obat yang dipilihan banyak orang saat sakit, meskipun sakitnya tidak terlau berat. Misalnya demam, flu atau sakit ringan lainnya. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa asupan berlebih antibiotik sebenarnya bisa merusak tubuh, dan mengganggu kerja organ vital dalam tubuh lainnya. Antibiotik memang dipercaya bisa cepat mengobati penyakit.

Namun dalam jangka panjang efeknya sangat buruk bagi tubuh Anda. Bahkan bisa menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh Anda. Berikut ini beberapa dampak mematikan dari antibitoik yang dilansir dari tempo.co

1.  Meninggalkan risiko obesitas

Menurut penelitian, hewan yang dibesarkan industri diberikan dosis rendah antibiotik untuk membuat mereka gemuk, yang juga bisa terjadi pada manusia.
2. Menyebabkan diabetes tipe I

Sejak antibiotik membunuh bakteri menguntungkan dalam usus, mereka bermain malapetaka dengan sistem kekebalan tubuh Anda. Jika Anda mengkonsumsi dosis besar sejak usia dini, dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun dan dapat menyerang pankreas, sehingga mempengaruhi proses pembuatan insulin-Anda, menyebabkan diabetes.
3. Menyebabkan asma

Kebanyakan antibiotik, dpat menghancurkan bakteri seperti H. pylori. Meskipun bakteri jahat, namun bakteri ini yang melindungi orang dari penyakit asma. Membunuh bakteri ini dapat menyebabkan asma.
4. Meningkatkan risiko infeksi

Kerugian terbesar dari minum antibiotik secara teratur adalah bahwa hal itu meningkatkan risiko infeksi resisten antibiotik.

Untuk itu, sangat penting diperhatikan tentang aturan-aturan sebelum mengkonsumsi antibiotik agar dapat terhindar dari resiko jangka panjang yang mematikan.

Dikutip dari okezone.com, pemberian antibiotik dapat dibenarkan jika penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi bakteri. Pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko terjadinya resistensi antibiotik yang akan mempersulit pengobatan infeksi serta meningkatkan resiko kesakitan dan kematian.

Simak sembilan aturan minum antibiotik, berikut ini:

1. Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik. Gunakan antibiotik hanya dengan resep dokter, dengan dosis dan jangka waktu sesuai resep.

2. Jangan percaya pada rekomendasi teman, kerabat, atau petugas apotek yang menyarankan minum antibiotik tertentu tanpa rekomendasi seorang dokter.

3. Jangan sekali-kali membeli atau menggunakan antibiotik berdasarkan resep sebelumnya. Jika pernah tersisa antibiotik dari resep sebelumnya, sebaiknya jangan digunakan tanpa instruksi dokter.

4. Saat berobat, tanyakan pada dokter, obat mana dari resep yang mengandung antibiotik. Tanyakan pula dosis dan cara minumnya. Salah penggunaan antibiotik menyebabkan obat ini menjadi tidak efektif lagi, bisa terjadi kekebalan kuman, bahkan dapat mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

5. Tuntaskan resep dokter sesuai anjuran. Jangan pernah berhenti makan antibiotik meski sudah tidak merasakan gejala penyakit atau sudah merasa sehat. Pemberhentian antibiotik yang tidak sesuai waktu, atau terlalu cepat, bisa membuat bakteri bertahan hidup dan menyebabkan infeksi berulang.

6. Umumnya penggunaan antibiotik dikonsumsi 30 menit sesudah makan, kecuali antibiotik amoxicillin harus diminum sebelum makan.

7. Beberapa penelitian menyebutkan, ada makanan-makanan yang baik untuk dikonsumsi selama minum antibiotik. Antara lain yogurt, ragi, tetes tebu, kailan dan sayuran hijau lainnya serta biji labu. Makanan-makanan ini mengandung zat gizi penting bagi tubuh yang terkikis saat minum antibiotik.

8. Antibiotik umumnya diberikan selama seminggu. Jika dokter hanya memberikan untuk waktu tiga hari sebaiknya Anda minta lagi atau beli lagi di apotek. Jika diminum tiga kali sehari berarti butuh 20-21 tablet, jika diminum dua kali sehari butuh 14-15 tablet.

9. Pilek, batuk dan diare pada umumnya tidak memerlukan antibiotik. Konsumsi air yang cukup, istirahat cukup serta konsumsi multivitamin atau atau suplemen yang tepat dapat mengembalikan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi virus yang menyerang dan dapat sembuh dengan sendirinya.

(sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Meraih Kesuksesan Dengan Kejujuran (Refleksi Nilai Kehidupan)

Figure
Organization