Home / Narasi Islam / Sejarah / Kepemimpinan Burhanuddin Harahap

Kepemimpinan Burhanuddin Harahap

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah Mr. Burhanuddin Harahap sebagai perdana menteri di Istana Negara, 12 Agustus 1955. (kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id)
Suasana pelantikan dan pengambilan sumpah Mr. Burhanuddin Harahap sebagai perdana menteri di Istana Negara, 12 Agustus 1955. (kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id)

dakwatuna.com – Pemilu 1995, menjadi pemilu paling adil, bersih, dan demokratis sepanjang sejarah Indonesia. Pemilu yang hanya memiliki persiapan selama 4 bulan tersebut, menjadi sebuah catatan biru akan tokoh utama yang berada dibaliknya. Ya, itulah Perdana Menteri Burhanudin Harahap. Yang terkenal dengan gaya kepemimpinannya yang sangat progresif.

Perdana Menteri ke-9 Indonesia ini, termasuk pimpinan Masyumi yang menorehkan prestasi gemilang dalam kancah kepartaian, maupun kancah nasional. Sehingga kesuksesannya sebagai PM Indonesia beriringan dengan 2 PM lain yang berasal dari rahim Masyumi (M.Natsir, dan Sjafrudin Prawiranegara). Walaupun Masyumi sendiri juga banyak disokong oleh ulama besar seperti K.H. Hasyim Asy’ari, Buya Hamka, hingga Wahid Hasyim. Dan juga didukung oleh birokrat ulung seperti Muhammad Roem, Muhammad Isa Anshari, Kasman Sangodimedjo, Asaat, hingga Prawoto Mangkusasmito. Sehingga sosok Burhanudin Harahap pun, tidak terlepas dari kontribusi para intelektual dan ulama yang bekerja dalam sebuah tim.

Banyak pemimpin ulung yang lahir dari tubuh Masyumi. Ya, Masyumi saat itu menjadi simbol perjuangan umat muslim Indonesia, karena merepresentasikan banyak pergerakan Islam. Tapi dari sekian banyak pemimpin yang lahir, Burhanudin Harahap adalah salah satu dari yang terbaik. Hal tersebut bisa terlihat dari kesuksesan pemilu 1995, yang dipimpin langsung oleh dirinya. Tahun itu Masyumi mendapatkan 7,9 juta suara (20,9%), sehingga mendapat 57 kursi diparlemen. Angka ini hanya berbeda tipis dengan perolehan PNI (22,3%), yang menduduki peringkat ke-1 perolehan partai pemilu. Pemilu saat itu menjadi alat ukur kesuksesan sebuah negara demokratis, karena memang pemilu adalah salah satu sarana paling mendasar dari sebuah negara demokratis. Dan saat itu Indonesia sukses melaksanakannya.

Tidak berhenti pada kesuksesan pemilu. Kabinet Burhanudin Harahap pun memiliki 3 prestasi besar yang perlu kita semua ingat; 1. Perjuangan diplomasi masalah Irian Barat dengan pembubaran Indo-Belanda, 2.Pemberantasan korupsi oleh Polisi Militer, 3.Menyelesaikan masalah peristiwa 27 Juni 1955 (aksi boikot dari kalangan perwira AD).

Karenanya Burhanudin Harahap mengajari kita tentang hakikat makna ‘progressive leadership’. Di mana dalam pengambilan keputusan (decision-making), seorang Burhanudin Harahap sangat melekatkan 3 hal penting; yaitu Kecepatan (Quickness), Akurasi (Accuracy), dan Ketepatan (Conciseness). Ini adalah sebuah leadership style yang harus kita pelajari secara baik. Karena dari sinilah akan lahir produktivitas dan kedinamisan. Produktivitas adalah ciri dari keaktifan berkarya, kedinamisan adalah ciri dari perubahan positif yang mengikuti kemajuan zaman.

 

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Pemimpin adalah Cerminan Rakyat