Home / Berita / Internasional / Asia / Malaysia: Hampir Dipastikan Serpihan Pesawat di Reunion Milik Boeing 777

Malaysia: Hampir Dipastikan Serpihan Pesawat di Reunion Milik Boeing 777

Serpihan pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion (cnnindonesia.com)
Serpihan pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion (cnnindonesia.com)

dakwatuna.com – Malaysia. Pecahan sayap pesawat yang ditemukan di Pulau Reunion pada Rabu kemarin (29/7/2015) dinyatakan Malaysia “hampir pasti” bagian dari Boeing 777 atau jenis pesawat MH370 yang hilang tahun lalu.

Diberitakan Reuters sebagaimana dikutip CNN (30/7/2015), Wakil Menteri Transportasi Malaysia, Abdul Aziz Kaprawi, mengatakan bahwa tim Malaysia tengah menuju pulau tersebut untuk menyelidiki puing yang diduga bagian flaperon sayap pesawat itu.

“Sudah hampir pasti bahwa flaperon itu datang dari pesawat Boeing 777. Ketua penyelidik kami di sini meyakininya,” ungkap Abdul Aziz.

Menurut Abdul Aziz, upaya identifikasi membutuhkan waktu paling tidak dua hari. Puing pesawat yang ditemukan di pulau milik Perancis itu memiliki panjang dua meter, berdasarkan foto yang tersebar di media. Tidak ada tanda-tanda terbakar atau bekas hantaman.

Konsultan keamanan penerbangan dan mantan penyelidik kecelakaan di Dewan Keamanan Transportasi Nasional Amerika Serikat, Greg Feith, mengatakan bahwa sumbernya di Boeing membenarkan bahwa potongan sayap itu berasal dari Boeing 777.

Namun apakah benda itu dari MH370 atau tidak, itu yang perlu diselidiki lebih jauh, mengingat dalam catatannya tidak pesawat Boeing 777 yang jatuh di sekitar kawasan itu sebelumnya.

Keberadaan puing juga sudah sesuai dengan pengamatan arus laut dari titik diduga MH370 jatuh. Upaya pencarian di Samudera Hindia, bagian barat Perth, Australia masih belum membuahkan hasil. Jika puing itu terbukti dari MH370, maka para ahli akan melacak perjalanan puing itu dengan mengukur arah arus laut. (reuters/cnn/rem/dakwatuna)

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Di Hadapan Ivanka Trump, Tun Mahathir Kecam Keras Amerika Serikat

Organization