Topic
Home / Narasi Islam / Life Skill / Manajer dengan Komunikasi Buruk Dapat Merusak Perusahaan

Manajer dengan Komunikasi Buruk Dapat Merusak Perusahaan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi-komunikasi (inet)
ilustrasi-komunikasi (inet)

dakwatuna.com – Kesuksesan Anda dalam mencapai tujuan pekerjaan adalah kemampuan Anda dalam mengelola manusia karena hampir 100% pekerjaan bahkan mesin sekalipun akan menggunakan tenaga manusia. Kesuksesan Anda dalam mengelola manusia adalah kemampuan Anda dalam berkomunikasi, komunikasi yang dilakukan penuh dengan empati dan saling menghargai.

Saya teringat, setelah libur lebaran kemarin seorang staff sebuah perusahaan di Jakarta menemui penulis di rumah dan menyampaikan masalah yang dihadapinya di kantor. Dia menyampaikan, “ Pak, hampir setiap hari saya berdoa agar manager saya itu segera mati dan matinya dalam keadaan tidak baik dan terhinakan baik dalam pandangan manusia maupun dalam pandangan Tuhan, apakah saya salah?”

Saya bertanya, “Mengapa Anda mendoakannya (begitu mengerikan) seperti itu?” Dia menjawab, “Terpaksa Pak, habis apa yang saya lakukan tidak pernah benar dalam pandangannya, hampir setiap hari berulang kejadiannya. Misal, saya memberikan sebuah berkas yang harus dia tanda tangani dengan waktu tinggal seminggu deadlinenya, dia marah-marah sambil mengatakan bahwa saya tidak memiliki pekerjaan, punya otak tapi tak berpikir dan bahasa “preman terminal” lainnya keluar dari mulutnya. Padahal saya berkali-kali memberikan berkas yang harus sia tanda tangani dengan deadline sebulan sebelumnya, tetapi tetap saja tidak pada saat itu dia tanda tangani. Dia selalu meminta tempo waktu dan berkali-kali juga dia baru tanda tangani sehari sebelum deadline. Jadi mau diberikan seminggu ataupun sebulan sebelum deadline sama saja, tetap saya yang salah, dan itu terjadi pada semua anak buahnya”.

Mendengar cerita itu, penulis menjelaskan akan perlunya membela diri sebagai staff dengan mengatakan, “Pak, maaf beberapa berkas yang lalu saya berikan dengan tempo waktu sebulan tetap Bapak tanda tangani sudah mau injury time, jadi saya pikir daripada berkasnya tertumpuk-tumpuk karena pekerjaan Bapak banyak, maka saya berikan seminggu menjelang deadline saja”.

Kemudian dia mengatakan, “Sudah Pak, apa yang Bapak katakan tadi sudah saya sampaikan, tetapi dia tidak menerima dan mulai mengatakan begini kepada setiap anak buahnya, “Di sini kan yang jadi manager saya, bukan Anda! Jika dia sudah mengatakan itu saya nggak mau lanjut lagi Pak. Percuma” cetusnya. Terlihat sekali kekesalannya.

Saya tersenyum mendengar curhatannya sambil bercanda, “Memang nasibmu nak berada di perusahaan yang salah dan mendapat manager yang salah pula. Saya juga tidak dapat menyalahkanmu mendoakannya seperti itu, itu hak Anda. Tapi saran saya doakan juga hal-hal baik untuk dirimu agar menjadi orang yang lebih hebat, karena Anda terzhalimi, doa Anda untuk manager Anda agar cepat mati dan mati dalam kondisi terhina bisa terkabul dan doa kamu agar jadi orang sukses juga dapat terkabul.”

Secara pribadi, saya tidak membenarkan cara sang staff ini menyikapi masalahnya, tetapi dalam kondisi belum menemukan pekerjaan baru maka kondisi itu akan mudah terjadi pada siapa saja. Menurut saya justru yang menjadi sumber masalah terbesar di perusahaan itu adalah karakter manager yang seperti cerita di atas, dapat dipastikan perusahaan itu tidak sehat karena perilaku manager tersebut akan melahirkan 2 tipe manusia berikutnya yaitu “kelompok penjilat” dan yang lainnya adalah “barisan sakit hati” yang lama-kelamaan akan menggerogoti perusahaan. Jika itu terjadi belasan tahun maka dapat dipastikan kondisi perusahaan akan banyak masalah. Perusahaan tidak akan maju sebagaimana perusahaan lainnya tetapi tidak juga tutup/bangkrut karena sudah berjalan lama. Hidup segan mati tak mau.

Jika Anda berada di posisi owner dan atau top management adalah restrukturisasi organisasi perusahaan. Manajer yang seperti di atas dievaluasi untuk “dimasukkan ke dalam kotak” atau segera saja dipensiunkan. Kemudian karyawan yang terkena dampak akibat komunikasi yang buruk dari manajer ini, mereka berada di komunitas “Barisan Sakit Hati” yang kecewa dengan perusahaan dan “Kelompok Penjilat” diberikan program pensiun lebih cepat. Selanjutnya rekrut karyawan baru dan ganti manajer-manajer yang menciptakan budaya buruk di perusahaan.

Kesuksesan sebuah perusahaan maju adalah adanya kesatuan gerak langkah, hati dan kata dari top management hingga security untuk mencapai goal yang sama, prinsip yang sama, dan caranya pun sama. Value yang diciptakan pun sama.

Bagi profesional yang idealis seperti sang staff di atas sebelum terjangkit dua jenis penyakit, yaitu “penjilat” dan ”barisan sakit hati” adalah dengan mencari perusahaan yang lebih baik, karena perusahaan yang baik untuk pekerja yang baik, perusahaan yang buruk untuk pekerja yang buruk.

Jika Anda seorang manager atau pemimpin dari banyak orang jangan sampai setiap hari semua orang yang berkomunikasi dengan Anda mendoakan Anda agar Anda segera mati dan mati dalam kondisi dihinakan Tuhan. Naudzubillahi min dzalik. Perbaiki cara berkomunikasi Anda! (adi/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
HR Manager PT Hitachi Power Systems Indonesia, Tinggal Di DKI Jakarta kelahiran Kota Ketapang, Kalimantan Barat. A Speaker, Motivation Trainer, Thinker and a Writer on culture, humanity, education, politics, peace, Islam, Palestinian, Israel, America, Interfaith, transnational, interstate, Management, Motivation and Cohesion at workplace. Committed to building a Cohesive Indonesia, Cohesive Industrial relation, Cohesion at workplace and offer Islamic solutions to the problems that inside. Lulus dari Fakultas Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Kalbar, Melanjutkan S-2 Manajemen di Universitas Winaya Mukti Bandung, Jawa Barat.

Lihat Juga

Doa dan Munajat untuk Keselamatan Dalam Menghadapi Pandemi COVID-19

Figure
Organization