Home / Berita / Daerah / Tempat Tinggal Akan Digusur, Pensiunan PNS: Tinggal Disini adalah Amanat

Tempat Tinggal Akan Digusur, Pensiunan PNS: Tinggal Disini adalah Amanat

Lahan bekas SDN Menteng Dalam 05 dan 06 yang berada di Jalan Rasamala III RT 03/13, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. (kompas.com)
Lahan bekas SDN Menteng Dalam 05 dan 06 yang berada di Jalan Rasamala III RT 03/13, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Untuk memuluskan rencana program Pemerintah Administrasi Jakarta Selatan yang akan membuat Ruang Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di atas lahan seluas 1 800 meter persegi, Pemprov DKI Jakarta akan segera mengusir delapan kepala keluarga pensiunan PNS DKI yang menempati lahan bekas SDN Menteng Dalam 05 dan 06 yang berada di Jalan Rasamala III RT 03/13, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan.

“Kita akan usir. Itu baru mau dibangun kan? Jadi kan sekarang DKI lagi mencari aset-aset yang diduduki orang. Nah aset ini lah yang akan kita ambil alih di semua tempat,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, dikutip dari tribunnews.com, Rabu (29/7/2015).

Lalu seperti apakah suasana dilokasi yang sedang ramai dibicarakan terkait rencana Pemprov DKI yang akan segera membongkar lahan tersebut?

Dilansir dari kompas.com, Lahan di Jalan Rasamala III RT 03/RW 13, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan itu banyak ditumbuhi pohon tumbuh di lahan seluas 1.800 meter persegi tersebut sehingga terlihat asri dan sejuk.

Di sekitarnya, terlihat sejumlah bangunan bercat merah muda, krem, biru, dan putih mengelilingi halaman. Suasana itu tampak menyejukkan, layaknya suasana perkampungan pada umumnya.

Anak-anak yang masih mengenakan seragam SD berlarian di halaman. Beberapa ibu tampak tengah menggendong bayi, sebagian lagi tampak menjemur pakaian-pakaian habis dicuci.

Namun tanah itu bukan milik mereka, melainkan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dihuni para pensiunan PNS DKI yang dulunya mengajar di sana.

Suwarto (80) menceritakan, penghuni tanah tersebut merupakan guru-guru di SD Negeri Menteng Dalam 05 dan 06. Namun, karena sering banjir, bangunan SD pun dipindah.

Tanah bekas SD itu kemudian menjadi kosong. Kemudian para guru pun meninggali tanah itu untuk menjaga dan merawatnya.

“Ini adalah amanat dari Dinas Pendidikan dulu waktu zaman Pak Sutiyoso. Ada suratnya, kami di sini adalah untuk merawat dan menjaga tanah ini,” kata dia saat dijumpai di tempat tinggalnya, Rabu (29/7/2015).

Ia menuturkan, guru yang tinggal di sana awalnya berjumlah lima orang. Kemudian mereka membawa keluarganya dan berkembang menjadi delapan keluarga.

Bahkan, kini beberapa orang sudah memiliki cucu dan masih tinggal di sana. Mereka menempati bangunan yang dulunya merupakan gedung SD itu sejak tahun 90-an.

Selama ini, kata dia, keberadaan mereka di tanah itu tidak pernah dipermasalahan. Makanya dia bingung kenapa baru sekarang dipermasalahan.

“Sejak Juni kemarin mulai ada ramai-ramai, padahal sudah 25 tahun kami tinggal di sini. Kami semua warga DKI, punya KTP DKI,” ujar bapak lima anak ini.

Ia pun berharap, Pemprov DKI Jakarta memberikan kebijaksanaan terkait tempat tinggal untuk warga di lahan itu. Ia mengatakan, sejumlah warga saat ini tengah mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Zionis Israel Agendakan Pembersihan Orang Palestina dari Al-Quds

Organization