Topic
Home / Berita / Daerah / Ahok Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Sebagai Saksi Kasus UPS

Ahok Penuhi Panggilan Bareskrim Polri Sebagai Saksi Kasus UPS

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diperiksa sebagai saksi kasus korupsi UPS.  (suara.com)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diperiksa sebagai saksi kasus korupsi UPS. (suara.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama hari ini, Rabu (29/7/15) memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri sebagai saksi kasus dugaan korupsi dalam pengadaan alat cadangan listrik Uninterruptible Power Supply (UPS) di lingkungan sekolah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ahok tiba di Mabes Polri sekitar pukul 10.25 WIB.

“Salah satu yang dianggap tahu, yang bisa menjelaskan banyak bahan itu adalah saya, selaku gubernur, makanya saya datang, biar cepat selesai. Biar masalah ini bisa ke pengadilan,” kata Ahok di Bareskrim, Jakarta Selatan, dikutip dari viva.co.id

Ahok malah sempat berkelakar kalau dia merasa senang karena dipanggil usai bulan puasa.

“Saya senang ketahan, jadi manggilnya abis puasa. Coba kalau manggilnya pas puasa, repot juga kalau enggak makan minum,” ujar Ahok sambil tertawa.

Ahok tidak menjelaskan secara rinci mengenai materi pemeriksaan. Ia hanya mengaku sudah menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian.

“Ini bisa lama nih, bisa banyak pertanyaannya nih. Nanti saja ya. Data sudah kita kasih semua, ini cuma saya sampaikan apa yang saya tahu.”

Dikutip dari kompas.com, sebelumnya Bareskrim Polri juga telah memeriksa Lulung Lunggana beserta tiga orang anggota DPRD DKI Jakarta terkait kasus yang sama.

Para anggota dewan tersebut tercatat sebagai anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta pada periode 2009-2014. Komisi E DPRD DKI diketahui membidangi pendidikan.

“Tiga anggota DPRD DKI (yang diperiksa) itu, Ashraf Ali, Lucky Sastrawiria, dan Iman Satria,” kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Ahmad Wiyagus di Mabes Polri, Jakarta, Senin (22/6/2015) malam.

Dalam kasus ini Penyidik Mabes Polri menetapkan Alex Usman dan Zaenal Soleman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi UPS. Alex merupakan mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, sedangkan Zaenal adalah mantan Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP.  (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Usai Jumpa Pers di Kemenag, Bos First Travel dan Istri Ditangkap

Figure
Organization