Home / Berita / Daerah / Diminta Tegas Hadapi Pendatang Baru, Ahok Justru Perbolehkan Warga DKI Ajak Sanak Saudara ke Jakarta

Diminta Tegas Hadapi Pendatang Baru, Ahok Justru Perbolehkan Warga DKI Ajak Sanak Saudara ke Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (kompas.com)
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Para pendatang baru dari daerah yang ingin mencari nafkah di DKI Jakarta tidak perlu khawatir, pasalnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan ibu kota tidak melarang warga pendatang baru, asal bisa mengikuti peraturan daerah yang berlaku.

“Bagi saya tidak ada masalah soal pendatang baru, yang penting mereka tidak tinggal di rumah sewa atau pasang lapak sembarangan di tanah pemerintah,” katanya, seperti yang dilansir ROL, Rabu (22/7).

Asalkan memiliki tempat tinggal yang layak dan pekerjaan tetap, Ahok memperbolehkan warga Jakarta yang mudik untuk membawa sanak saudaranya untuk mengadu nasib di Ibukota Jakarta.

Menurutnya adanya pendatang baru justru dapat membantu menciptakan lapangan kerja. Contohnya, mereka bisa menjadi asisten rumah tangga pada pasangan suami istri yang juga menjadi pendatang di Jakarta.

Sementara itu, sebelumnya, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Syarif meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tegas dalam melakukan penertiban pendatang baru melalui operasi pembinaan kependukanan (Biduk).

Berdasarkan pengetahuannya, lanjut Politisi Gerindra itu, para pendatang baru di Jakarta tentunya tidak memiliki pekerjaan di sektor formal. Mereka, menurutnya, lebih banyak bekerja di sektor informal seperti buruh, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan sebagainya.

“Nah kalau ada yang baru mau cari kerja mereka biasanya numpang sama sanak saudara. Disitulah diperketat, apabila sebulan belum mendapat kerja silahkan usir pulang,” tegasnya, seperti yang dilansir sindonews.com, Selasa (14/7).

Meski Syarif sependapat dengan Ahok dalam menjadikan kota Jakarta sebagai kota yang terbuka bagi para pendatang manapun. Terlebih pusat perekonomian berada sepenuhnya di ibu kota negara itu. Namun, dia meminta agar kedatangan para pendatang baru tidak menjadi masalah baru di Jakarta.

“Pemprov juga turut membantu perbaikan infrastruktur ke daerah mitra dan sektor dorong sektor industri kesana, agar tidak semua menumpuk di Jakarta,” ujarnya. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Qatar: Negara Kami Jauh Lebih Kuat meski Diboikot

Organization