Home / Berita / Nasional / Fadli Zon: Jokowi Harus Bersikap seperti Presiden, Bukan Menteri atau RT

Fadli Zon: Jokowi Harus Bersikap seperti Presiden, Bukan Menteri atau RT

Fadli Zon menilai sudah saatnya Jokowi Bersikap sebagai Presiden. (harianjambi.com)
Fadli Zon menilai sudah saatnya Jokowi Bersikap sebagai Presiden. (harianjambi.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai kunci berjalannya pemerintahan tetap ada di tangan Presiden Joko Widodo sebagai pemimpin tertinggi. Presiden harus mengurus hal-hal besar, bukan hal-hal kecil yang sebenarnya dapat didelegasikan kepada para pembantunya.

“Presiden kan sebagai penanggung jawab utama, sebagai lokomotifnya, harusnya ada grand design untuk memberikan gagasan yang besar untuk urusan besar. Tapi Presiden mengurus yang mikro-mikro, yang tidak perlu seperti bagi-bagi kaus, kartu dan lain-lain,” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari kompas.com, Rabu (22/7/15).

Menurut Fadli, menjadi Presiden sangat berbeda dengan menjadi wali kota atau gubernur dimana Jokowi bisa turun langsung ke lapangan.

“Sekarang bukan saatnya untuk pencitraan lagi, waktu Presiden itu sangat mahal, jadi Presiden harus betul-betul tahu menempatkan diri sebagai Presiden. Bukan sebagai menteri dan ketua RT,” ucapnya

Fadli Zon khawatir Jika hanya mengurus hal-hal keci, makal hal-hal besar lainnya seperti kondisi ekonomi menjadi tidak terurus.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Ini bisa dilihat dalam dalam delapan bulan berjalannya pemerintahan.

Penyerapan anggaran di sejumlah instansi pemerintah dan daerah masih sangat rendah. Janji kampanye belum terealisasikan dan roadmap pemerintah belum sepenuhnya terlihat.

Oleh karena itu, perombakan atau reshuffle kabinet memang penting untuk dilakukan, terutama di sejumlah sektor yang belum bekerja maksimal.

Kritik terhadap kinerja Jokowi juga datang dari Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) lainnya, Bambang Haryo.

Bambang menilai ada yang tidak beres dalam kinerja Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan itu di segala aspek.

Masih menurut Bambang, hal tersebut bukan disebabkan oleh menteri yang berkualitas buruk, melainkan disebabkan oleh pemimpin yang tidak berkompeten.

“Reshuffle itu hak Presiden dan untuk menilai menteri enggak beres itu hak Presiden. Hanya saya mewakili rakyat menilai, tidak hanya ekonomi kita, tapi semua aspek kinerjanya amburadul,” kata Bambang saat dihubungi wartawan, di Jakarta, seperti dikutip dari sindonews.com.

Bambang mengatakan, Indonesia butuh satu figur pemimpin yang tegas dan memiliki kompetensi di segala bidang. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Intelijen Jerman Peringatkan Bahaya Kelompok Sayap Kanan Ekstrem

Organization