Topic
Home / Berita / Nasional / Insiden Tolikara, Aa Gym: Ini Tindakan Teroris

Insiden Tolikara, Aa Gym: Ini Tindakan Teroris

Abdullah Gymnastiar (AA Gym). (islamindonesia.com)
Abdullah Gymnastiar (AA Gym). (islamindonesia.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Selama ini label ‘teroris’ selalu disematkan kepada tindakan-tindakan anarkis yang dilakukan oknum dari kalangan umat islam, namun insiden Penyerangan Shalat Idul Fitri lapangan Koramil l1702-11/Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7) pagi WIT, oleh massa Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) justru merupakan wajah teroris yang sesungguhnya.

Demikian disampaikan KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menanggapi insiden tersebut. Aa mengutuk tindakan yang sangat biadab tersebut. Menurut dia, penyerangan kepada Muslim yang tengah menjalankan shalat Id yang pembakaran masjid merupakan tindakan teroris. Melalui laman yang dikelolanya, smstauhiid.com, ia memberikan komentar tentang penyerangan umat Islam yang sedang menunaikan ibadah.

“Sungguh memprihatinkan andaikata tindakan keji dari pihak-pihak yang tidak beradab dengan merusak rumah ibadah bahkan membakar serta melarang orang melaksanakan ibadah, ini adalah perbuatan orang yang benar-benar tidak mengenal adab, dan inilah yang sudah bisa dimasukkan kedalam katagori teroris” ujarnya.

“Dan ini merupakan ujian bagi kepemimpinan Jokowi dengan seluruh jajarannya, apakah bisa bertindak tegas dan adil atau memang bisa mendiamkan dan bisa berkembang lebih besar lagi”.

Walaupun mengutuk keras insiden tersebut, Pondok Pesantren Darut Tauhid tersebut tetap meminta umat Islam untuk tetap tenang, dan berharap aparat penegak hukum bisa menangani kasus itu secepat mungkin.

“Semoga segera berakhir dan ada tindakan tegas dan seadil-adilnya diberlakukan di bumi nusantara ini. Kepada umat islam dimohon untuk tetap mengendalikan diri dan tidak terprovokasi, dan kepada pemerintah diminta segera bertindak, jangan membiarkan api semakin berkobar, nauzubillah min zaalik. Terima kasih.” tutup Aa Gym.

Kecaman bukan hanya datang dari umat Islam saja. Diberitakan suaramerdeka.com, Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) juga mengecam keras Peristiwa pembubaran Shalat Ied dan pembakaran masjid di Karubaga, Ibukota Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua tersebut.

“PGI mengecam keras terjadinya pembubaran Shalat Ied dan pembakaran rumah ibadah yang dalam hal ini Masjid. Peristiwa ini amat memprihatinkan karena tidak mencerminkan semangat kerukunan yang terus ditumbuhkan bersama di Tanah Air,” kata Henriette Hutabarat-Lebang, Ketua Umum PGI, di Jakarta.

Menurut Henriette, peristiwa tersebut menodai kekhusukan umat Muslim dalam merayakan Idul Fitri. Henriette mengatakan, tindak kekerasan dalam bentuk dan alasan apa pun tidak dibenarkan perbuatannya karena melukai citra bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Opick: Jangan Berhenti Bantu Rakyat Palestina!

Figure
Organization