Topic
Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Jangan (Berkhalwat) Lagi

Jangan (Berkhalwat) Lagi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (kawanimut / inet)
Ilustrasi. (kawanimut / inet)

dakwatuna.com

Sebagian bertahan menjadi murahan
Mengumbar kemesraan (tanpa kelihatan)

Dimabuk kasih yang tercela
Aneka media dan perantara

Oooh sungguh menyedihkan
Dirasuki nafsu setan

Oooh insan yang lemah dan rapuh
Dengarlah iman yang mengaduh

Syariat nafsu menggebu-gebu
Birahi diri kian meninggi

Tak sadarkah, bahwa Allah Maha Melihat
Setiap apa yang diperbuat

Tak ingatkah, bahwa Allah Maha Mendengar
Setiap bujuk rayu yang terlontar

Lalu adalah lalu
Depan adalah depan

Kini dengan tangis yang masih basah di pipi
Mari mengaku salah dan kembali

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Eks Sekretaris Umum LDK UKDM Universitas Pendidikan Indonesia dan Lulusan Departemen Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Universitas Pendidikan Indonesia

Lihat Juga

Akhwat Kok Berkhalwat?

Figure
Organization