Topic
Home / Berita / Nasional / Tak Tertarik Pimpin KPK, Ahok: Pimpinan KPK Cuma Jubir, Gak Bisa Pecat Orang

Tak Tertarik Pimpin KPK, Ahok: Pimpinan KPK Cuma Jubir, Gak Bisa Pecat Orang

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak tertarik menjadi pimpinan KPK.  (jawapos.com)
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tidak tertarik menjadi pimpinan KPK. (jawapos.com)

dakwatuna.com – Jakarta. ┬áBagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), jabatan pimpinan KPK bukan jabatan yang menarik bagi dirinya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, alasannya dirinya tidak tertarik untuk menjadi pimpinan KPK lantaran lembaga hukum tersebut menggunakan sistem kolektif kolegial dalam pengambilan keputusannya.

“Untuk apa jadi pimpinan KPK. Karena pakai kolektif kolegial dalam menentukan keputusannya. Ketua KPK itu jadi cuma jubir (juru bicara),” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta, dikutip dari okezone.com, Rabu (15/7/15).

Bagi Ahok, ketimbang menjadi Ketua KPK, dirinya lebih memilih jabatan eksekutif seperti menjadi Gubernur DKI. Menurutnya, jabatan eksekutif lebih mudah menentukan kebijakan lantaran mempunyai hak prerogatif.

“Karena pimpinan KPK bisa apa? Kan pakai kolektif kolegial. Kalau jadi gubernur saya bisa pecatin orang langsung-langsung saja,” paparnya.

Oleh karenanya, salah satu ambisi suami Veronica Tan ini adalah berencana mencalonkan diri menjadi Presiden Indonesia untuk memberantas korupsi yang ada di tanah air.

“Saya cuma mau jadi eksekutif dan akan jadi Presiden untuk berantas korupsi,” tandasnya.

Sementara itu, diberitakan bbc.com, panitia seleksi pimpinan KPK telah menetapkan 48 nama calon pimpinan KPK yang lolos tahap dua.

Komposisi latar belakang profesi 48 orang yang lolos seleksi tahap kedua, antara lain penegak hukum (hakim, jaksa, polisi) berjumlah sembilan orang dan akademisi delapan orang.

“Sementara yang berlatar korporasi ada enam orang, KPK ada lima orang, empat orang auditor, advokat tiga orang, CSO tiga orang, dan lembaga negara empat orang, serta PNS berjumlah tiga orang,” ungkap Ketua panitia seleksi pimpinan KPK (2015-2019), Destry Damayanti.

Pimpinan KPK sementara Johan Budi dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimlly Asshiddiqie adalah dua dari 48 nama yang berhasil lolos ke tahap berikutnya. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Grand Launching SALAM Teknologi Solusi Aman Covid-19 untuk Masjid

Figure
Organization