Topic
Home / Berita / Perjalanan / Perjalanan Relawan SGI Dompet Dhuafa ke Pelosok Pandeglang, Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadhan

Perjalanan Relawan SGI Dompet Dhuafa ke Pelosok Pandeglang, Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadhan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
(Dok. Sapto Prio Wawan Hadi Wibowo)
(Dok. Sapto Prio Wawan Hadi Wibowo)

dakwatuna.com – Relawan Pendidikan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa (SGI – DD) mendatangi sebuah keluarga kurang mampu di Kampung Pematang Buah Desa Cihanjuang Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Selasa (30/6/2015).

Para relawan SGI – DD tersebut terdiri dari Heriyanto (Sumbawa-NTB), Ulfa Wardani (Medan-Sumatera Utara), Januarita Sasni (Padang-Sumatera Barat), Fitrianti (Pare-pare – Sulawesi Selatan), Nurhasanah (Medan-Sumatera Utara) dan Sapto (Kendari-Sulawesi Tenggara). Mereka mendatangi rumah warga yang terbilang kurang mampu. Perjalanan yang ditempuh lumayan jauh. Melewati kebun, kampung, hutan dan kebun lagi.

(Dok. Sapto Prio Wawan Hadi Wibowo)
(Dok. Sapto Prio Wawan Hadi Wibowo)

Rumah warga yang dikunjungi oleh para relawan SGI – DD merupakan tetangga kampung dari lokasi penempatan salah satu relawan SGI – DD yaitu saudari Januarita Sasni. Namun, walaupun tetangga kampung, jarak yang ditempuh dari tempat tinggal Januarita Sasni bisa dikatakan sangat jauh.

“Nanti kita akan melewati kampung, kemudian kebun sawit, sungai, hutan dan kebun, barulah tiba di rumahnya, ya mungkin sekitar 1-2 jam perjalananlah” tutur Januarita Sasni memberikan penjelasan kepada kami berlima, rekan setimnya di Pandeglang.

(Dok. Sapto Prio Wawan Hadi Wibowo)
(Dok. Sapto Prio Wawan Hadi Wibowo)

Setelah berjalan cukup lama, melewati daerah yang telah disebutkan oleh rekan tim tadi, akhirnya tiba di sebuah kebun yang tak begitu subur, yang ada hanya bentangan singkong yang tak begitu banyak, pisang dan ilalang liar menghiasi kebun tersebut. Di tengah dari kebun tersebut, berdirilah sebuah rumah yang bila kutaksir berukuran 3×4 meter yang hanya berdindingkan jelajah dari bambu, tak ada ruang tamu, tak ada kamar tidur, tak ada ruang makan dan tak ada yang lain yang menggambarkan bahwa itu adalah sebuah rumah yang layak huni, bahkan semuanya menjadi satu, ya di situ tempat tidur, ruang tamu dan ruang makan. Jauh bahkan sangat jauh dari kata rumah yang layak huni. Aku pastikan jika aku yang tinggal dalam rumah itu bakalan merasakan dinginnya angin malam dan panasnya terik mentari di siang hari, apalagi ketika hujan turun tak bisa terbayangkan lagi.

Rumah yang dihuni oleh keluarga ibu Rena ini merupakan keluarga besar juga, di mana anaknya ada 10 orang bersaudara dan paling kecil berusia 7 bulan.

Kami berenam sejenak merenungkan nasib keluarga ini, dengan jumlah anak yang banyak dan dengan kondisi lokasi rumah mereka serta kondisi ekonominya yang sangat memprihatinkan memberikan kami pelajaran tambahan bahwa selalu bersyukur dengan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Dari sepuluh anaknya hanya satu orang saja yang mengenyam pendidikan yaitu Rena, anak perempuan yang bersekolah di MI Nurul Hikmah Cihanjuang, lokasinya di kampung penempatan Januarita Sasni. Aku bisa membayangkan betapa jauhnya ia berjalan setiap hari untuk menuntut ilmu demi mengubah derajat keluarganya suatu saat nanti. Walaupun Rena terkadang tak datang ke sekolah jika musim penghujan tiba, sebab rute yang ditempuhnya akan sulit dilalui jika hujan turun.

Rena kini duduk di bangku kelas dua, setelah selama setahun menjalani pendidikannya di MI Nurul Hikmah. Rena merupakan anak ketujuh dari sepuluh bersaudara, dan hanya ia yang sekolah. Kami berenam pun tak begitu lama di rumah Rena yang notabene seperti itu.

Kami akhirnya memberikan santunan kepada keluarga tersebut berupa dua buah sarung dan sejumlah uang tunai guna digunakan untuk kehidupan sehari – hari mereka. Setelah dari rumah itu, kami berenam berencana akan membantu keluarga tersebut minimal tidak, sedikit meringankan beban mereka.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Lihat Juga

Relawan Nusantara Jakarta Timur Gelar Indonesia Mendongeng 6

Figure
Organization