Topic
Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Kelainan Orientasi Seksual dan Nasib Anak Indonesia

Kelainan Orientasi Seksual dan Nasib Anak Indonesia

Haramnya LGBT (inet)
Haramnya LGBT (inet)

dakwatuna.com – Beberapa hari belakangan ini media sosial banyak diramaikan dengan permasalahan pergaulan anak remaja yang terkait dengan gaya hidup yang makin tidak jelas. Ini terkait LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Gaya hidup yang mengedepankan semangat hedonisme, serba boleh tanpa memperhatikan aturan agama dan norma yang ada di masyarakat. Mencontoh gaya hidup yang ada di negara Amerika, bahkan kampus ternama di Indonesia, UGM tak ayal menjadi salah satu tempat berkembangnya kaum gay. Tak tanggung dan berani mereka mencantumkan nama UGM dalam komunitas mereka, dengan nama akun twitter @GayUGM.

Demikian juga di kampus UIN menjadi salah satu tempat berkembangnya kaum gay, mereka menggunanakan nama @UINsuka Gay

Jika kita sebagai sesama bangsa hanya tinggal diam saja dan tidak peduli dengan fenomena gaya hidup yang sesat ini, maka jangan heran jika naudzubillah min dzalik, Allah menurunkan azab kepada bangsa Indonesia, sebagaimana yang pernah Allah turunkan kepada kaumnya nabi Luth as.

Kaum nabi Luth as, di zamannya mereka memiliki perilaku seks yang menyimpang, yakni seks sesama jenis, sesama lelaki, yang sering dikenal dengan istilah liwath. Tingkah laku ini bahkan didukung oleh istri beliau yang durhaka. Saat nabi Nuh di datangi oleh malaikat yang menyerupai seorang laki-laki yang tampan, istri beliau memberitahukan kepada kaumnya bahwa di rumahnya ada laki laki yang tampan yang bisa menjadi pasangan mereka.

Dengan kondisi yang semacam inilah, maka istri nabi Luth di dalam Alquran Allah masukkan sebagai percontohan bagi wanita yang durhaka, wanita kafir, bersama dengan istri nabi Nuh As. Jadi meski berada di bawah perlindungan seorang suami yang shaleh, mereka tidak mau mentaati dan tidak mau mengikuti suaminya.

Melihat kejadian demikian, menjadi pembelajaran buat kita, agar senantiasa waspada dan tidak merasa aman terhadap kondisi sekitar kita yang mungkin boleh jadi kelihatan baik baik saja. Kita harus waspada terhadap lingkungan masyarakat dan kebijakan publik yang ada di sekitar kita, adakah hal hal yang menyimpang dari norma dan aturan agama. Kita harus belajar menjadi anggota masyarakat yang peduli dan kritis, agar bisa dipastikan semua berjalan sesuai dengan norma agama.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi berkembang dan meluasnya kaum gay atau LGBT, memulai dari diri sendiri, memulai dari yang terdekat.

  1. Sebagai orang tua, pembinaan dan pendidikan anak harus benar benar dilakukan dengan sepenuh hati, perhatikan hal hal sampai detail terkait perkembangan dan perilaku awal sejak dini. Jangan sampai ada hal hal yang menyimpang dari perilaku yang wajar, tidak terdeteksi sejak awal, sehingga sulit penyembuhannya. Kecenderungan bermain dan sangat akrab hanya dengan sesama jenis, serta tidak terlihat ketertarikan terhadap dengan lawan jenis, harus diwaspai. Jika yang demikian dibiarkan, bisa jadi menjadi penyakit yang berkelanjutan, dan menyebabkan orientasi seksual yang menyimpang, gay atau lesbian.
  2. Memberikan permainan dan pilihan aktivitas kegiatan yang sesuai dengan jenis kelamin anak kita. Karena aktifitas yang berkaitan dengan tugas laki laki, serta pilihan pada jenis permainan dan barang lain, akan mendorong diproduksinya hormon laki laki. Demikian juga sebaliknya, kegiatan yang sesuai dengan tugas perempuan, pilihan permainan dan barang lain yang sesuai dengan perempuan, akan mendorong tubuh memproduksi hormon perempuan. Itulah sebabnya kita sebagai orang tua harus memberikan pilihan aktifitas dan permainan sesuai dengan jenis kelamin anak perempuan kta, agar tidak memunculkan kelainan dan kecenderungan hormonal yang berbeda dengan jenis kelamin anak kita.
  3. Bahwa kelainan orientasi seksual dengan sesama jenis adalah penyakit, maka sebagai orang tua kita punya kewajiban untuk menyembuhkan penyakit tersebut, jika misalnya ada di antara orang dekat kita yang mengalami penyakit kelaninan seksual mencintai sesama jenis. Yang harus dicatat adalah bahwa cara penyembuhannya haruslah yang sesuai dengan aturan agama, bukan dengan cara yang menyimpang, seperti yang dilakukan oleh orang India yang menyembuhakan anak peremuannya yang lesbi dengan cara diperkosa oleh ayahnya sendiri, atau seorang ibu yang memaksa agar anak laki lakinya yang menyimpang (gay) memperkosa ibunya sendiri. Mereka berdalih ini sebagai upaya untuk peyembuhan, atau obat. Tentu pola pikir yang demikian adalah salah. Karena kita memang diperintahkan untuk mencari obat/penyembuh, tetapi pasti yang sesuai dengan syariat/aturan agama.

Kita harus meyakini bahwa ketika Allah menurunkan penyakit, maka Allah menurunkan pula obatnya.

  1. Terus mensosialisasikan tentang haram dan bahayanya perilaku homo seksual (lesbian, gay) kepada seluruh kalangan masyarakat. Secara jelas Allah swt mengutuk perbuatan kaumnya nabi Luth dan menghancurkan negeri kaum Luth dengan adzab yang dahsyat, sampai bumipun dibalik, ini lantaran kemurkaan Allah yang begitu besar kepada mereka.

Cobalah, merenungi sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum luth (homoseks), maka bunuhlah para pelakunya.” (Riwayat Ahmad dan Ashabus Sunan)

Dalam hadits lain, disebutkan,

ينظر الله الى رجل اتى رجلا او امراة فى دبرها

Allah tidak akan melihat seorang laki-laki menggauli seorang laki-laki lain atau menggauli wanita dari duburnya.

Jika ada yang mempertanyakan kenapa harus ada orang yang mengalami kelainan orientasi seksual seperti demikian, bukankah ini kedzaliman? Maka sebagaimana penyakit yang lain, ini adalah bagian dari ujian Allah, untuk menguji hamba-Nya, adakah dia tetap dalam kethaatan atau tidak ketika diberikan ujian (penyakit).

Marilah kita merenung kembali firman Allah di dalam surat Al-Mulk ayat 2: Dialah Allah yang menjadikan kehidupan dan kematian untuk menguji kamu siapa diantara kamu yang paling baik amalnya. (neni/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Sri Kusnaeni, S.TP. ME.I
Konsultan Ketahanan Keluarga RKI (Rumah Keluarga Indonesia). Tenaga Ahli Fraksi Bidang Kesra, Mitra Komisi viii, ix, x. Ibu dari 7 putra-putri penghapal Alquran. Lulusan S1 Jurusan Teknologi Pertanian IPB, dan S2 di Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Lihat Juga

UNICEF: Di Yaman, Satu Anak Meninggal Setiap 10 Detik

Figure
Organization