Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kegiatan MABIT di 6 Sekolah Penempatan Relawan SGI Dompet Dhuafa

Kegiatan MABIT di 6 Sekolah Penempatan Relawan SGI Dompet Dhuafa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Nurhasanah)
Ilustrasi. (Nurhasanah)

dakwatuna.com – Ramadhan kali ini para Relawan SGI (Sekolah Guru Indonesia) wilayah Pandeglang mengadakan program MARAKCIIS yaitu Masyarakat Cinta Islam di mana program ini diisi dengan kegiatan menebarkan perlengkapan shalat berupa sarung, Alquran, juz amma dan buku iqro. Tidak hanya itu, kegiatan lainnya untuk mengisi kekosongan waktu di sekolah masing-masing penempatan pada bulan penuh berkah ini adalah kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang biasanya kita sebut pesantren kilat.

MABIT ini diadakan di sekolah-sekolah penempatan Relawan SGI yang berada di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Sindangresmi, Kecamatan Cibaliung, Kecamatan Cibitung dan Kecamatan Cimanggu.

Kegiatan MABIT perdana diadakan di SDN Sindangresmi 02 tepatnya di Kecamatan Sindangresmi. Peserta yang mengikuti hanya berkisar 19 siswa. Jumlah yang terbilang sedikit, karena siswa yang lainnya berasal dari kampung yang berbeda atau bisa dibilang lebih jauh dari sekolah.

Walaupun memiliki jumlah peserta yang sedikit, tetapi kegiatan berlangsung sangat luar biasa, di mana para pesertanya sangat antusias sekali dan bersemangat dalam menjalankan agenda demi agenda yang sudah dibuat oleh para panitia.

Agenda yang sudah terjadwal pada secarik kertas ini adalah shalat dhuha berjamaah, tilawah bersama sekaligus pemetaan terhadap peserta agar nantinya mudah untuk memberikan bimbingan qurani kepada mereka. Kemudian, setelah itu mereka mendapatkan materi dengan tema Ma’rifatullah. Materi ini dikemas dengan menceritakan Kisah Nabi Ibrahim. AS. Dilanjutkan dengan materi selanjutnya yang menceritakan tentang kisah Nabi Ayyub AS.

Sebelum melakukan agenda yang sudah terjadwal, ada satu agenda yang sepertinya bakalan menjadi menu wajib mengisi pesantren kilat kali ini. Yaitu ICE BREAKING. Ice breaking yang kami buat adalah bernyanyi bersama dengan bertepuk tangan yang sangat heboh. Lagu yang kami nyanyikan adalah lagu “Rindu Muhammad”. Lagu yang memacu adrenalin untuk bernyanyi ini seperti memberikan bumbu penyedap yang berbeda di bulan yang suci ini.

Tak hanya itu, berbagai Ice breaking lainnya juga kami tampilkan kepada peserta dan mereka semua senang melakukannya. Game Korek Api menjadi andalan dalam terlaksananya MABIT kali ini. Game ini tentang menguji kesabaran, keterfokusan, kerjasama dan merasakan bagaimana memperjuangkan atau berusaha dalam menggapai sesuatu.

Setelah mengeksekusi kegiatan MABIT di SDN Sindangresmi 02, lanjut lagi ke MI Muhammadiyah Bojongmanik dengan lokasi kecamatan yang sama yaitu Kecamatan Sindangresmi. Selama 2 hari melaksanakan kegiatan MABIT, pada hari keduannya kami mengadakan lomba Hafidz quran. Hal ini didasarkan karena ingin menguji kemampuan hafalan quran yang peserta miliki.

Selanjutnya MABIT kali ini di MI Nurul Hikmah Cihanjuang di kecamatan Cibaliung. Masih dengan agenda yang sama dilakukan, tetapi yang membedakan adalah rasa kebersamaan yang sangat erat sekali. Ketika buka puasa bersama kami memakan nasi berserta lauk pauknya di atas daun. Dan semua peserta mendapatkan bagian yang sama.

Kemudian SDN Kutakarang 01 di kecamatan Cibitung mendapatkan giliran yang selanjutnya. Selama sehari kami mengadakan MABITnya. Peserta yang mengikuti pun tidak banyak. Karena sebahagian dari mereka tidak mendapatkan izin orang tua.

Nah, hari ini adalah waktunya kami bergegas untuk ke MI Ciherang di kecamatan Cibaliung. Dan sekolah yang terakhir adalah MI Miftahul Huda Tagelan.()

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Relawan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa. Penempatan Kab. Pandeglang-Banten.

Lihat Juga

Berkhidmat Disaat Tragedi Menyapa