Topic
Home / Berita / Nasional / Driver GO-JEK Paling Takut Masuk Wilayah Ini

Driver GO-JEK Paling Takut Masuk Wilayah Ini

Kehadiran Ojek berbasis aplikasi smartphone GO-JEK menjadi fenomena baru di masyarakat. (kompas.com)
Kehadiran Ojek berbasis aplikasi smartphone GO-JEK menjadi fenomena baru di masyarakat. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Kehadiran Ojek berbasis aplikasi smartphone GO-JEK memang menjadi sebuah fenomena baru angkutan umum di Indonesia.

Banyak masyarakat yang merasakan manfaat dan kemudahan dengan keberadaan GO-JEK ini, namun ternyata banyak pula yang menolak keberadaannya, salah satunya adalah dari para pengojek yang biasa mangkal disejumlah wilayah.

Salah satu wilayah yang paling menakutkan bagi driver GO-JEK adalah kawasan kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat.

Ketakutan para driver GO-JEK ini bukan tanpa alasan, karena para pengojek yang biasa mangkal di wilayah ini tidak segan-segan untuk mengayunkan bogem jika ditemui ada driver GO-JEK yang berkeliaran di wilayah mereka.

Hal ini diakui driver GO-JEK yang sehari-hari beroperasi di wilayah Depok, Eddie (44).

“Saya belum berani (masuk UI). Takut saja. Kalau antar customer pun sampai di depannya (gerbang UI) saja,” kata Eddie saat baru saja menurunkan penumpangnya di depan gerbang kampus UI Depok, Jawa Barat, seperti dilansir dari Liputan6.comSenin (6/7/2015).

Pria berkacamata itu mengungkap, pernah ada insiden seorang driver GO-JEK dipukuli kawanan tukang ojek yang biasa mangkal di Kampus UI. Insiden itulah yang membuatnya takut.

“(Kejadian Go-jek dipukuli) Itu membuat saya semakin tidak berani masuk ke sana (UI). Saya tidak kenal yang dipukuli, tapi kalau dia GO-JEK, berarti dia teman kami,” ujar Eddie.

Bahkan, ia harus melepas atribut GO-JEK yang serba hijau saat mengantar penumpang ke wilayah UI Depok. Saat ditemui, jaket hijau khas dan helm berlogo GO-JEK tidak ia kenakan sebagaimana mestinya.
“Supaya tidak mencolok, ini kan masih daerah mereka,” pungkas Eddie.

Terkait tindak kekerasan dan acaman yang diterima driver GO-JEK ini, CEO Gojek, Nadiem Makarim, menjawab jika keamanan pengendara Gojek dan konsumennya, menjadi prioritas utama. Dia pun mengatakan telah memberitahukan kepada pengemudi Gojek untuk waspada di wilayah tertentu.

“Dari saya, keamanan supir go-jek dan keamanan customer itu selalu nomer satu. Kami selalu mengawasi titik titik rawan, dan memberi warning kepada driver kami,” ujarnya seperti dikutip dari Merdeka.com.

Nadiem juga mengatakan telah mencoba untuk berdialog dengan pengemudi ojek lokal di sekitar area tersebut.

“Kami enggak pernah menyalahkan ojek biasa untuk reaksi tersebut, itu hanya karena kurang informasi mengenai go-jek,” katanya. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manajemen Wakaf Perlu Berbenah, Baru 0,3 Persen Dana Wakaf Bisa Dikelola

Figure
Organization