Topic
Home / Berita / Nasional / MUI: Pernikahan Sejenis Perilaku Orang-orang Sakit Jiwa

MUI: Pernikahan Sejenis Perilaku Orang-orang Sakit Jiwa

Wasekjen MUI) Tengku Zulkarnain menilai perilaku pernikahan sejenis sebagai perilaku orang-orang sakit jiwa.  (satunusanews.com)
Wasekjen MUI) Tengku Zulkarnain menilai perilaku pernikahan sejenis sebagai perilaku orang-orang sakit jiwa. (satunusanews.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Kampanye legalitas LGBT semakin digalakkan. Mereka menuntut hak yang sama seperti pasangan umumnya agar bisa menikah dan mengadopsi anak. Indonesia sendiri masih menjadi negara yang mengecam perilaku abnormal tersebut.

Pemberian legalitas pernikahan sejenis adalah kesalahan besar. Pasalnya mereka yang menjalin hubungan sejenis adalah orang-orang yang berperilaku sakit jiwa.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Tengku Zulkarnain menilai prilaku mereka telah menyimpang dari keadaan normal. Seharusnya bukan dilestarikan dengan pemberian legalitas.

“Kawin sejenis adalah prilaku orang-orang sakit jiwa. Mereka perlu diobati bukannya malah disalurkan penyimpangan kejiwaannya itu,” ujar Tengku dilansir republika.co.id, Ahad (5/7/15).

Tengku menilai aturan kebijakan tersebut tidak sepatutnya dikeluarkan. Perlu pengobatan terapi agar mereka bisa hidup normal selayaknya manusia pada umumnya.

Ia mengecam keras perilaku tersebut. Menurutnya musnahlah umat manusia jika seluruh manusia menyimpang berperilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) seperti itu.

Hal ini mengingatkan kita pada zaman Nabi Luth yang akhirnya kaumnya diberi azab Allah SWT karena menyukai sejenisnya.

Sementara itu dikutp dari kompas.com, penolakan juga datang dari Rohaniwan Katolik Pastor Benny Susetyo yang mengatakan bahwa Indonesia tidak akan mungkin melegalkan pernikahan sejenis karena memegang kuat norma-norma agama.

“Perkawinan sejenis jelas bertentangan dengan Pancasila yang menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa. Seluruh agama di Indonesia pasti menentang perkawinan sejenis,” kata Benny Susetyo dihubungi di Jakarta, Jumat (3/7/15).

Benny mengatakan gereja Katolik, mengikuti sikap Tahta Suci Vatikan dan Paus, sejak awal tidak akan mengakui perkawinan sejenis karena menyalahi kodrati manusia yang diciptakan Tuhan berpasangan laki-laki dan perempuan.  (sbb/dakwatuna)

 

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Sejak Awal, PKS Konsisten Usulkan Pemidanaan LGBT

Figure
Organization