Home / Berita / Opini / Di Balik Musibah Jatuhnya Sang Hercules

Di Balik Musibah Jatuhnya Sang Hercules

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Badan pesawat hercules yang jatuh di pemukiman warga.  (tribunnews.com)
Badan pesawat hercules yang jatuh di pemukiman warga. (tribunnews.com)

dakwatuna.com – Innaalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Kali ini bangsa kita harus kembali berduka oleh musibah jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan. Saya mendengar kejadian ini hanya lewat pemberitaan di media. Meskipun tinggal di Medan dan terhitung dekat dari tempat kejadian, saya tidak memaksakan untuk datang ke sana untuk ‘memuaskan rasa penasaran’. Alasannya gamblang, kedatangan warga yang membludak di tempat kejadian bisa menyulitkan proses evakuasi oleh petugas.

Kita memang berduka dan ingin melihat langsung, tapi kalau pada akhirnya itu akan mengganggu, sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Masalahnya memang sepele, tapi dampaknya sangat banyak, bisa membuat petugas terganggu, jalur evakuasi menjadi macet sehingga menjadikan proses evakuasi melambat, dsb.

Ada banyak dugaan yang bisa kita dengar terkait dengan musibah ini. Isu yang paling kuat saat ini adalah masalah kerusakan mesin mengingat usia pesawat yang sudah sangat tua dan sudah tidak layak pakai. Tetapi, yang tidak boleh kita lupakan adalah ketetapan Allah Ta’ala. Segala sesuatu terjadi di bawah ketatapan Allah..

“Katakanlah, ‘Tidak akan menimpa kami segala sesuatu, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami, Dialah pelindung kami. Dan hanya kepada Allah bertawakkal orang-orang yang beriman.’” (At-Taubah : 51)

Pesawat angkut TNI ini diberi nama Hercules, seakan untuk menggambarkan kekuatan, kekokohan, dan image ‘kekar’-nya. Dari berita yang kita terima, pesawat ini juga dikemudikan oleh seorang pilot terbaik yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai pilot terbaik untuk Hercules. Tetapi, tentu saja ketetapan Allah tidak terhalang oleh apa pun.

Apabila Allah telah menetapkan sesuatu terjadi, maka ketetapan itu pasti akan berlaku. Lalu, kita hanya bisa mengambil hikmah untuk dijadikan pelajaran. Dalam musibah ini, ada berjuta hikmah untuk diambil oleh semua pihak.

Bagi pihak TNI, musibah ini mengingatkan untuk memperhatikan kondisi alat transfortasi dengan sebenar-benarnya. Bila sudah tidak layak lagi dipakai, sebaiknya tidak memaksakan untuk menggunakannya. Sesungguhnya, menyepelekan segala sesuatu akan mengundang bahaya.

Bagi keluarga korban, Allah Ta’ala telah menetapkan untuk bersabar atas kejadian ini, di samping pelajaran-pelajaran lain yang bisa diambil.

Bagi masyarakat di tempat kejadian, entah benar atau tidak (karena saya hanya mendengar dari berita dan belum bisa melihat secara langsung tempat kejadian), jatuhnya pesawat ini menimpa ruko okup yang biasa digunakan untuk berbuat keji (zina). Yang mesti kita ingat, Allah Mahakuasa untuk memilih tempat terjadinya musibah ini dan di setiap kejadian yang ditetapkan oleh Allah ada hikmah yang bisa kita ambil. Nah, tentunya (bila berita ini benar) ada hikmah yang amat jelas untuk kita resapi. Hancurkanlah benih-benih kekejian di dalam hati kita.

Bagi seluruh bangsa Indonesia, pun ada hikmah yang bisa ambil. Marilah belajar untuk menetapi keyakinan kepada Allah Ta’ala. Seperti dijabarkan di dalam firman Allah di atas, hendaknyalah kita menjadikan Allah sebenar-benar tempat berlindung (mawlaa) serta bertawakkal kepada Allah atas setiap hal yang kita jalani di dalam kehidupan ini.

Sungguh, masih banyak hikmah yang belum bisa diungkap lewat tulisan sederhana ini. Namun, saya berharap semoga yang sedikit ini pun bermanfaat untuk mengetuk dinding hati kita semua. Amiin

Demikianlah. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Saya berlindung kepada Allah atas kesalahan dan memohon maaf kepada pembaca apabila ada kesalahan. Astaghfirullahal ‘adzhim. ‘Afwan minkum.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Avatar
Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan USU. Ketua Al-Fatih Club. Murid. Penulis. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan; Istimewa di Usia Muda, Beginilah sang Pemenang Meraih Sukses, Cahaya Untuk Persahabatan, dan lain-lain

Lihat Juga

Liqa Itu Penting

Organization