Home / Berita / Opini / Merangkai Asa, Untukmu Palestina

Merangkai Asa, Untukmu Palestina

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Salah satu kapal yang tergabung dalam freedom flotilla 3. (felesteen.ps)
Salah satu kapal yang tergabung dalam freedom flotilla 3. (felesteen.ps)

dakwatuna.com – Mudah ditebak. Kapal Freedom Flotilla, Marianne yang berbendera Swedia dikepung dan digiring ke pelabuhan Israel. Di dalamnya berisi 18 tokoh dan relawan internasional. Termasuk salah satunya, mantan Presiden Tunisia Mohamed Moncef Marzouki.

Gaza benar-benar terisolir. Rakyat sangat miskin berjumlah 38,8%, di bawah miskin 21,1%. Tingkat pengangguran hampir 44%. Kondisi Gaza dan Palestina pada umumnya diperparah dengan realitas berikut:

  1. Pemimpin Palestina yang berkuasa sepanjang masa, yaitu Mahmoud Abbas, benar-benar menjadikan Gaza sebagai “alat penekan” bagi Israel demi meraih kenyamanan dan fasilitas hidup wah di belahan dunia lainnya. Ia dan kroninya, lebih sering berada di luar Palestina dan shoping di Dubai atau negara-negara Eropa. Praktis yang nyata ada di lapangan, hanya pejuang HAMAS dan Jihad Islam.
  2. Kondisi Mesir yang dikuasai Yahudi, benar-benar menjadikan Gaza sebagai penjara terbesar di dunia. Malah media-media Mesir seakan puas dengan kondisi Gaza, lalu mereka menebar provokasi agar menutup total perbatan Refah.
  3. Kondisi Teluk, Saudi Arabia dan lainnya disibukkan dengan ISIS dan Syiah Iran. Dalam jajak pendapat di Saudi Arabia. Hanya 18% saja yang menjadikan Israel sebagai musuh utama. Sisanya, 22% menjadikan ISIS sebagai ancaman. Plus yang terbesar, 53% menganggap Iran sebagai musuh terbesar. Padahal semua tahu, ISIS dan Iran diciptakan AS untuk membuat rakyat Arab melupakan Israel.
  4. Kondisi gerakan Islam pendukung perjuangan Palestina, yaitu Ikhwanul Muslimin benar-benar dinistakan. Jangan berharap dengan gerakan Islam lain, yang notabene menjadi pemulus kepentingan Israel. Sebab Israel hanya meyakini satu hal, melalui mulut Kepala Intelejen Israel, hanya Ikhwanul Muslimin yang berani menyerang masuk ke Israel sejak perang Arab-Israel.

Oleh karena itu, kita memahami benang merah. Siapapun yang peduli dengan nasib Palestina, maka ujung hidupnya adalah dinistakan. Seorang mantan Presiden, Marzouqi, yang disebut antek AS dan budak Barat, dan diyakini anggota IM Tunisia, kini memelopori freedom frotilla jilid 3. Beliau menggadaikan jiwa raganya untuk Palestina, di saat yang lain sembunyi dalam dekapan hangat penguasa! (nandang/dakwatuna)

Advertisements

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Alumni Universitas Al-Azhar, Kairo-Mesir.

Lihat Juga

Kebijakan Trump Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel Kontraproduktif