Topic
Home / Berita / Nasional / Isu Menteri Hina Jokowi, Pengamat Politik: Bilang Saja PDIP Minta Jatah Nambah, Gitu aja Kok Repot

Isu Menteri Hina Jokowi, Pengamat Politik: Bilang Saja PDIP Minta Jatah Nambah, Gitu aja Kok Repot

PDIP memintah tambahan 5 Menteri jika Jokowi melakukan Reshuffle Kabinet.  (kompas.com)
PDIP memintah tambahan 5 Menteri jika Jokowi melakukan Reshuffle Kabinet. (kompas.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait menteri yang dituduh menghina Presiden Jokowi langsung saja menimbulkan kegaduhan di tengah gencarnya isu reshuffle.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Muhammad Budyatna menilai bahwa yang mengolok-olok Jokowi bukan hanya menteri dan sebagian rakyat saja, sebagian dari kader PDI Perjuangan juga mengolok-olok Jokowi.

“Kenapa Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo hanya meributkan menteri yang mencemooh Jokowi? Kenapa dia tidak meributkan para kader PDI Perjuangan yang juga mengolok-olok bahkan menghina Jokowi,” kata Budyatna, kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip dari jpnn.com, Selasa (30/6/15).

Masih menurut Budyatna, PDI Perjuangan ini partai aneh. “Selaku partai pengusung utama, kenapa mencemooh orang yang diusungnya sendiri,” tandasnya.

Menurut Budyatna, isu menteri mencemooh Jokowi sengaja dilontarkan Tjahjo berkaitan dengan isu reshuffle. Tjahjo dinilainya berniat untuk mengambil posisi menteri yang diisukan mencemooh Jokowi tersebut dan menggantinya dengan kader PDI Perjuangan.

“Kelihatan sekali kan, sebelumnya ada isu PDI Perjuangan minta jatah 5 menteri. Sekarang ini dengan melontarkan isu ini, PDIP ingin merebut posisi menteri yang diisukan itu. Bilang saja minta jatahnya nambah, gitu aja kok repot,” tegasnya.

Terakhir Budyatna mengingatkan berbagai slogan yang digadang-gadang PDIP seperti koalisi tanpa syarat ternyata koalisi terbukti menjadi banyak syarat.  “Dulu bilang koalisi tanpa syarat minta jatah menteri, sekarang terbukti koalisi dengan syarat dapat banyak menteri,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, Jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet maka PDIP meminta Tambahan jatah 5 Menteri dengan alasan untuk memperkuat dukungan politik dan meningkatkan kinerja pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Ahmad Basarah  yang juga menilai sebagai partai utama yang mengusung Jokowi, sudah sewajarnya PDI-P diberi kesempatan lebih untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Grand Launching SALAM Teknologi Solusi Aman Covid-19 untuk Masjid

Figure
Organization