Home / Berita / Nasional / Inilah Beragam Sikap Pejabat Menyikapi PNS yang Mudik dengan Mobil Dinas

Inilah Beragam Sikap Pejabat Menyikapi PNS yang Mudik dengan Mobil Dinas

Mobil dinas Plat Merah Pegawai Negeri Sipil (PNS).  (okezone.com)
Mobil dinas Plat Merah Pegawai Negeri Sipil (PNS). (okezone.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Mudik bagi masyarakat Indonesia sudah merupakan budaya yang tidak pernah terlupakan khususnya menjelang perayaan Idul Fitri.

Demikian pula bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan merayakan lebaran di kampung halaman, ikut meramaikan mudik tahunan ini.

Berbagai moda angkutan menjadi pilihan bagi para pemudik, mulai dari angkutan laut, darat, udara maupun kereta api, dan tidak sedikit PNS yang memanfaatkan mobil dinas sebagai kendaraan mudik.

Lalu bagaimanakah sikap pejabat pemerintah menyikapi perilaku anak buahnya yang kerap menggunakan kendaraan dinas untuk mudik lebaran?

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Yuddy Chrisnandi memilih memberi izin kepada para pegawai negeri sipil (PNS) untuk menggunakan kendaraan dinasnya dipakai mudik Lebaran.

“Walaupun diberi izin, tetapi PNS yang menggunakan aset negara untuk mudik itu harus menjaganya jangan sampai rusak apalagi hilang dan wajib bertanggung jawab dengan kendaraannya itu,” kata Yuddy saat kunjungan kerja di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (24/6/2015), seperti dikutip dari  kompas.com.

Namun, kata Yuddy, ada syarat untuk menggunakan kendaraan dinas ketika mudik, yakni PNS yang belum mempunyai keluarga, tidak memiliki kendaraan pribadi dan yang penghasilannya relatif rendah.

Menurut Yuddy, jika PNS sudah mempunyai kendaraan pribadi, alangkah baiknya menggunakan kendaraan pribadinya itu.

Yuddy mengatakan, memang dalam peraturannya kendaraan operasional PNS, baik motor maupun mobil dinas digunakan untuk kepentingan dinas. Namun, karena mudik sudah menjadi kebudayaan, maka dirinya mengizinkan kendaraan dinas digunakan untuk mudik asalkan sesuai syarat dan diizinkan oleh atasannya seperti kepala daerah atau bagian aset.

Senada dengan Menteri Yudi, Pelaksana tugas Gubernur Banten Rano Karno juga mengizinkan pegawai negeri sipil dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran.

“Jika Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) saja membolehkan, kenapa saya melarang,” ujar Rano, Sabtu (27/6/15), dikutip dari tempo.co

Namun, kata Rano, ada syarat untuk menggunakan kendaraan dinas ketika mudik, yakni PNS harus menjaga kendaraan dinas tersebut. Rano berpesan kepada para pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran agar menjaganya dengan baik. “Bila rusak atau hilang, harus dipertanggungjawabkan secara pribadi. Beli bahan bakarnya juga harus menggunakan biaya sendiri. Tidak boleh dibebankan kepada pemerintah,” ucapnya.

Ternyata tidak semua kepala daerah mengizinkan pejabat dilingkungan pemerintahannya untuk menggunakan mobil dinas sebagai kendaraan mudik. Salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok justru menyarankan PNS DKI menggunakan angkutan umum seperti kereta api, pesawat, bus atau kapal laut. Menurutnya, kebijakan itu juga sudah diberlakukan pada musim mudik Lebaran tahun lalu.

“Enggak boleh (gunakan mobil dinas untuk mudik, red). Sama seperti tahun kemarin kan juga tidak boleh,” kata Ahok  di Balai Kota, Jakarta, dikutip dari jpnn.com, Ahad (28/6/15).

Dia menjelaskan, mobil dinas digunakan untuk bekerja dan melayani warga DKI. Karena itu, PNS DKI dilarang menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Ahok bahkan mengingatkan, ada sanksi yang akan diberikan kepada PNS DKI yang ketahuan menggunakan mobil dinas untuk mudik. ‎Sanksi yang dikenakan berupa teguran secara lisan hingga tertulis sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Antrean Panjang Kendaraan Terjadi di Jalur Brebes-Tegal