Topic
Home / Berita / Nasional / Ibu Menyusui Tidak Berpuasa Karena Produksi ASI Berkurang, Benarkah?

Ibu Menyusui Tidak Berpuasa Karena Produksi ASI Berkurang, Benarkah?

Bayi Menyusu (ilustrasi).  (http://aritunsa.com)
Bayi Menyusu (ilustrasi). (http://aritunsa.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Dunia kedokteran sudah membuktikan bahwa puasa mengandung manfaat bagi pelaksananya, tidak terkecuali bagi ibu menyusui.

Namun ibu menyusui kerap dihantui masalah kalau puasa akan banyak mengurangi kandungan air susu ibu (ASI) milik mereka. Benarkah pendapat seperti itu?

Menurut Dr.dr.Maisuri T.Chalid, SpOG(K), puasa ternyata tidak berpengaruh besar pada jumlah produksi ASI. “ASI hanya berkurang sedikit ketika berpuasa karena kurang asupan makan dan minum selama sekitar 14 jam,” katanya belum lama ini seperti dikutip dari republika.co.id. Sehingga ibu menyusui tidak perlu takut lagi jika ASI miliknya akan banyak berkurang.

Namun dokter Rumah sakit Universitas Sultan Hasannudin Makasar tersebut menjelaskan kondisi itu terpenuhi kalau sang ibu mencukupi gizi saat sahur dan berbuka. Alhasil ibu menyusui masih wajib mengonsumsi gizi seimbang jika ingin menyusui bayinya dengan baik selama puasa.

“Menyusui ketika puasa itu situasional asal ibunya sehat, jangan ada penyakit, dan berat badan terjaga,” imbaunya.

Terkait jumlah ASI, dokter Maisuri mengatakan pasokan ASI yang sedikit berkurang selama puasa bisa segera digantikan ketika waktu berbuka tiba. “Nanti setelah berbuka kan konsumsi makan dan minum lagi, jadi produksi ASI bisa meningkat lagi,” ujarnya.

Dikutip dari bidanku.com, Pada saat Ramadhan, kita rata – rata berpuasa 14 jam, dan tubuh masih dapat mengkompensasi kekurangan saat berpuasa tersebut pada saat berbuka sampai dengan waktu sahur.

Walaupun ibu tidak makan selama 14 jam, komposisi ASI nya tidak akan berubah atau berkurang kualitasnya dibandingkan saat tidak berpuasa. Sebab, tubuh akan melakukan mekanisme kompensasi dengan mengambil cadangan zat-zat gizi, yaitu energi, lemak dan protein serta vitamin dan mineral, dari simpanan tubuh.

Begitu ibu berbuka, tubuh akan mengganti cadangan zat-zat gizi tadi, sehingga ibu tidak akan kekurangan zat gizi untuk memenuhi aktifitas serta mempertahankan kesehatan tubuhnya. Komposisi ASI baru akan berkurang pada ibu yang menderita kurang gizi berat, sebab tidak ada lagi cadangan zat gizi yang dapat memasok kebutuhan produksi ASI yang lengkap.

Namun, sangat dianjurkan pada para ibu yang masih menyusui eksklusif (usia bayi kurang dari 6 bulan) untuk menunda berpuasa atau tidak berpuasa. Agama Islam pun memberi keringanan bagi para ibu menyusui untuk tidak berpuasa selama Ramadhan. Sebab pada masa menyusui eksklusif, ASI adalah satu-satunya asupan cairan dan gizi bagi bayi. Pada masa ini, metabolisme tubuh ibu bekerja dengan giat untuk terus menerus memproduksi ASI dengan komposisi yang lengkap. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Nissa Sabyan Semakin Bersemangat Jadi Duta Kemanusiaan

Figure
Organization