Home / Berita / Nasional / Putri ‘Hijabers’: Setelah Buka Puasa Bersama Malah Malas Tarawih

Putri ‘Hijabers’: Setelah Buka Puasa Bersama Malah Malas Tarawih

Putri Hasanah Karunia (www.pinterest.com)
Putri Hasanah Karunia (www.pinterest.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Buka puasa bersama menjadi momen yang banyak di gelar selama bulan suci Ramadhan. Mulai dari perorangan, keluarga hingga instansi ramai-ramai menggelar acara tahunan ini sebagai ajang silaturahim.

Namun tidak demikian halnya dengan Hijabers Puteri Hasanah Karunia. Ia justru mengurangi buka puasa bersama saat Ramadhan.

“Kebanyakan orang di Indonesia, setelah buka puasa bersama itu jadi malas shalat tarawih. Ngabuburit bareng-bareng banyak, tapi jarang ada yang mau lanjut tarawih bersama-sama,” kata Puteri dalam sebuah acara di Kedutaan Amerika Serikat, dikutip dari republika.co.id, Kamis (25/6/15).

Fashion writer yang akrab disapa Utie ini mengungkapkan, lantaran itulah dia mengurangi agenda buka puasa bersama. Setelah buka puasa bersama, biasanya kita kekenyangan. Kadang-kadang, bahkan menabrak sampai waktu shalat tarawih.

Utie mengakui, buka puasa bersama adalah sarana untuk menguatkan silaturahim. Namun, menurutnya silaturahim tidak hanya bisa dilakukan saat buka puasa. Silaturahim bisa dioptimalkan pada kesempatan atau bulan-bulan lain.

“Kita harus pandai-pandai mengatur waktu supaya tidak mengganggu ibadah di bulan Ramadhan. Silaturahim bisa kapan saja. Tapi, Ramadhan cuma sekali setahun, sayang kalau dilewatkan,” ungkapnya.

Buka puasa bersama ternyata bukan hanya dilakukan oleh umat Islam saja. Bahkan tidak sedikit orang non muslim yang menggelar buka puasa bersama di bulan Ramadhan ini dengan maksud untuk menghormati relasinya yang muslim.

Presiden Amerika Serikat Obama Contohnya. Diberitakan oleh voaindonesia.com, Presiden Obama menggelar acara buka puasa bersama di Gedung Putih pada, Senin (22/6/15).

Dalam Sambutannya Presiden Obama mengatakan bahwa berbuka puasa bersama atau Iftar merupakan peringatan tentang ‘kebebasan yang menyatukan orang Amerika sebagai bangsa’ termasuk ‘hak untuk beribadah secara bebas’.

Presiden Obama juga mengutuk sejumlah peristiwa maut terkait agama akhir-akhir ini, termasuk penembakan di sebuah Gereja Afrika-Amerika di Charleston, South Carolina. “Apabila nilai-nilai kita terancam, kita bersatu sebagai satu bangsa,” katanya.

Acara tersebut dihadiri anggota korps diplomatik, anggota Kongres serta sejumlah pemuka masyarakat Muslim Amerika, termasuk Samantha Elauf yang berhasil membela kasusnya di Mahkamah Agung tentang haknya mengenakan jilbab. Kasus ini berawal ketika ia ditolak untuk menjadi pramuniaga di satu toko pakaian di Amerika. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization