Topic
Home / Berita / Nasional / Robby: Merokok Mati Gak Merokok Mati, Mending Merokok Sampai Mati

Robby: Merokok Mati Gak Merokok Mati, Mending Merokok Sampai Mati

Robby Indra Wahyuda, aktivis anti rokok yang meninggal dunia karena kanker tenggorokan akibat merokok sejak usia muda.  (dream.co.id)
Robby Indra Wahyuda, aktivis anti rokok yang meninggal dunia karena kanker tenggorokan akibat merokok sejak usia muda. (dream.co.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Robby Indra Wahyuda seketika menjadi sosok yang ramai dibicarakan di media sosial. Pria yang mengidap  kanker larynx, kanker tenggorokan akibat mengkonsumsi rokok sejak usia muda.

Dikutip dari merdeka.com, Robby pernah menulis kata-kata yang kemudian sangat disesalinya. Kata-kata ini lazim digunakan para perokok jika ditegur supaya berhenti merokok.

“Lucu juga ya hidup gw
Teriak lantang

MEROKOK MATI GAK MEROKOK MATI. MEDING MEROKOK SAMPAI MATI.”

sekarang gw ngeluh ngeluh di sosmed.
Kenapa… kenapa harus gw yg kena sakit ini….
Yah itu lah manusia…
Maklumin aja yah klo gw banyak ngeluh karena kebodohanku dulu..”

Di status lain, Robby menuliskan betapa mengerikannya penyakit yang dideritanya. Pengobatannya sangat mahal, hidupnya menderita.

“Kenapa mesti seram liat lubang di leher?

Yang seram di balik lubang itu.
Saya gak punya jakun dan tenggorokan.
Apa aja yg tidak berfungsi
Tidak bisa bicara.
Tidak dapat mencium bau
Tidak bisa meludah cuiihh kaya orang

Gak bisa bicara? Yang jelas membuat penderita cepat marah atau tempramental… karena merasa tidak dimengerti

Gak bisa mencium bau. Sedih jg sih gak bisa cium aroma makanan…

Jadi yg seram lobangnya apa di balik lobangnya..”
Usai menjalani operasi, Robby kemudian giat berkampanye antirokok. Dia kerap mengunggah foto-fotonya di media sosial untuk menunjukkan betapa bahayanya dampak yang ditimbulkan rokok terhadap kesehatan.

Menurut keterangan yang dikutip dari Dream.co.id kabar duka datang hari Selasa, 23 Juni 2015 kemarin. Robby meninggal dunia pada pukul 14.00 di usia 27 tahun setelah berjuang keras melawan kanker tersebut.

Sejak Oktober 2014, Robby terlibat dalam kampanye anti rokok, mendesak Presiden RI untuk segera mengaksesi FCTC. Dia juga pernah membuat petisi online desakan tersebut.

Dalam petisi tersebut, Robby menyatakan menjadi korban dari bahayanya mengkonsumsi rokok. Akibat aktivitasnya merokok sejak kelas 6 SD, Robby tidak bisa melanjutkan karir sebagai penyanyi band lantaran pita suaranya sudah tidak ada.

Mayoritas generasi muda saat ini menjadi perokok karena terpengaruh iklan/promosi rokok yang besar-besaran sehingga mereka terjerat menjadi perokok pemula. Tidak adanya regulasi mengenai iklan rokok di media massa menjadikan kami target empuk terutama dengan penyampaian pesan-pesan yang menggiurkan.  Usaha dengan memberikan beasiswa, mendanai kompetisi-kompetisi olahraga dan pentas seni remaja juga dilakukan dengan dalih tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility),” demikian petikan pernyataan Robby dalam petisi onlinenya. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Grand Launching SALAM Teknologi Solusi Aman Covid-19 untuk Masjid

Figure
Organization