Topic
Home / Berita / Daerah / Beginilah Kondisi Masyarakat Di Kampung Begal, Dakwah Menjadi Solusi

Beginilah Kondisi Masyarakat Di Kampung Begal, Dakwah Menjadi Solusi

Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir 1436 H yang dikirim ke Kampung Begal Lampung Timur .  (ibnu)
Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir 1436 H yang dikirim ke Kampung Begal Lampung Timur . (ibnu)

dakwatuna.com – Lampung Timur.  Kafilah Dakwah STID Mohammad Natsir 1436 H yang dikirim ke Kampung Begal Lampung Timur mendapat tantangan yang cukup berat. Pasalnya ada satu daerah yang 80 % penduduknya beraktifitas sebagai pencuri. Bahkan anak-anak yang baru keluar Sekolah Dasar pun sudah diajari trik-trik mencuri.

Hal diungkapkan oleh dai Dewan Dakwah Lampung Timur Ustadz Arif Syakirun dalam sebuah sambutannya kepada tim Kafilah Dakwah, Rabu (10/6/2015), di Lampung Timur. Sehingga ketika anak-anak itu sudah besar, mereka sudah lihai dan berani dalam melakukan aksi pencurian.

Padahal, katanya, dulu masih belum ada aksi pencurian atau pembegalan di daerah ini. Faktor maraknya kejadian kriminalitas tersebut disebabkan karena malasnya penduduk akan mengarungi kehidupan ini.

“Tidak mau berusaha atau berlelah-lelah dalam mencari rizki Allah. Akhirnya jalan yang ditempuhnya adalah pencurian dan pembegalan tersebut,” ujarnya.

Di sana ada juga aparat keamanan, tapi para pencuri tidak merasa takut. Sebab dalam anggapan mereka, para aparat polisi itu memiliki prosedur dalam memakai alat senjatanya. Sementara pencurian yang dilakukan mereka tidak ada prosedurnya, dalam artian tiada batasannya. Jadi pergerakan mereka lebih cepat dengan keamanan aparat polisi.

Beliau mengatakan pula bahwa yang dapat menangani atau mengangkat penyakit masyarakat itu bukanlah aparat polisi, tapi para dai. Sebab dai yang bisa merubah pola pikir mereka selama ini dengan pendekatan dakwah. Meskipun mereka seperti itu, namun mereka tetap antusias kalo diajak untuk mengaji, mereka tetap akan datang dan mengikutinya.

“Ini adalah kesempatan kita untuk merubah pola pikir mereka akan kehidupan yang dijalaninya,” pungkasnya. (Heru/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ada Dakwah di Dalam Film End Game?

Figure
Organization