Topic
Home / Berita / Opini / Saatnya Piknik, Pak JK!

Saatnya Piknik, Pak JK!

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta MUI Mengkaji pemutaran kaset pengajian sebelum shalat. (rimanews.com)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta MUI Mengkaji pemutaran kaset pengajian sebelum shalat. (rimanews.com)

dakwatuna.com – Bapak-bapak yang budiman, ingin sekali rasanya saya menyampaikan ucapan terimakasih saya kepada anda. Berkat ucapan “hormati orang yang tidak berpuasa” dan “ngaji pakai kaset polusi suara” yang anda ucapkan beberapa waktu lalu –yang salah satunya bertepatan dengan 10 hari menjelang ramadhan-, kini suasana jelang ramadhan di negeri kita menjadi semarak. Tentu semarak dengan obrolan-obrolan yang membahas tentang arah ucapan anda. Semua orang berlomba-lomba untuk memahami pola pikir “besar” yang sempat terlintas dari “orang besar” seperti anda. Kalau sudah ramai begini, rasanya tidak perlu ada lagi “pemanasan” untuk mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan ramadhan mereka. Lha wong mereka sudah panas duluan gara-gara “hormati yang tidak berpuasa” dan “ngaji pakai kaset di masjid polusi suara” milik anda itu.

Maka saya juga ingin menyampaikan, saya sungguh terkesan dengan strategi bapak yang -sebenarnya- ingin mengingatkan masyarakat bahwa: sebentar lagi ramadhan akan segera tiba, maka perbanyaklah mengaji. Bapak ini memang benar-benar membuat saya kagum. Tersebab ucapan bapak, orang-orang jadi tahu kalau sebentar lagi bulan ramadhan dan mereka harus memperbanyak bacaan quran mereka. Bapak-bapak ini juga mencerminkan kolaborasi pemimpin yang sholeh. Yang satu mengingatkan “ramadhan akan segera tiba”, yang satu mengatakan “maka perbanyaklah mengaji”. Sungguh kerjasama yang mengagumkan. Memang sudah seharusnya pemimpin memberi contoh tentang “bahu-membahu dalam kebaikan” seperti yang anda lakukan. Hebat! Semoga apa yang bapak lakukan tercatat sebagai amal kebaikan di sisi Allah SWT.

Terkhusus untuk pak JK yang saya hormati, beberapa hari ini saya memantau kondisi di lapangan, dan saya ingin menginformasikan bahwa tingkat keberhasilan strategi yang anda terapkan jauh melebihi target. Begini pak, pasca pernyataan yang bapak sampaikan, saat ini masyarakat tidak hanya mengerti kalau sebentar lagi ramadhan tiba dan mereka harus mengaji, tapi mereka juga mulai tersadar akan sebuah hal yang sangat penting, yakni betapa mengganggunya suara kaset ngaji di masjid-masjid itu. Hal ini tercermin dari pembenaran-pembenaran yang mereka berikan kepada curhatan anda tempo hari. (Sekadar info, wakil presiden kita ini merasa dongkol karena terbangun jam 4 pagi gara-gara suara kaset ngaji).

Maka coba lihatlah mereka, masyarakat anda. Dari yang duduk-duduk santai di warung kopi sampai konglomerat-konglomerat berdasi, mereka kini mulai “tersadar” bahwa suara ngaji kaset di masjid itu adalah polusi (seperti yang anda katakan) dan sudah seharusnya mereka terganggu. Mereka juga “tersadar”, kok bisa selama ini mereka tidak mempermasalahkan hal ini ya? Kan seharusnya mereka terganggu dengan suara-suara itu? Tapi mengapa selama ini mereka begitu menikmatinya? Ah, mungkin selama ini mereka kurang peka. Dan kehadiran sosok seperti anda ini benar-benar bisa “membuka” mata mereka. Menjelaskan kepada mereka, bahwa: biarpun itu kalimat suci, dia tetap saja sebuah polusi (seperti yang tercermin dari kalimat anda).

Jadi –andaikan- esok hari kita melihat pemuda-pemuda kita menyimpan speaker-speaker masjid mereka karena alasan hormat-menghormati, -mungkin- itulah prestasi terbesar yang patut anda banggakan.

Pak JK, tidakkah anda bahagia jika mengetahui bahwa suara yang pertama kali masuk ke telinga rakyat anda saat bangun dari tidurnya adalah lantunan kalimat Suci yang memberikan ketenangan bagi hati-hati mereka? Lantas kenapa anda menyebut kalimat suci nan agung itu sebagai polusi?

Di situlah kadang saya berpikir, sepertinya anda butuh piknik.

Redaktur: Deasy Lyna Tsuraya

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang pemuda asli Kediri. Lulus dari Fakultas Kedokteran pada tahun 2015.

Lihat Juga

Sambut Ramadhan dengan Belajar Quran Bersama BisaQuran

Figure
Organization