Topic
Home / Berita / Daerah / Berdasarkan Survei, Gaya Kepemimpinan Ahok Dinilai Tegas tapi Arogan

Berdasarkan Survei, Gaya Kepemimpinan Ahok Dinilai Tegas tapi Arogan

Gubernur DKI Basuki Thajaha Purnama alias Ahok. (mediaindonesia.com)
Gubernur DKI Basuki Thajaha Purnama alias Ahok. (mediaindonesia.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Sejak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin Ibukota Jakarta, banyak warga yang menilai gaya kepemimpin Ahok tegas tapi arogan. Tidak jarang gaya kepemimpinannya kerap kontraproduktif dengan apa yang diinginkannya.

Baru-baru ini lembaga Periskop Data melakukan sebuah survei mengenai gaya kepemimpinan Ahok dimana 1,0% responden menilai gaya kepemimpinan Ahok sangat baik dan 42,4% menyatakan baik. Sedangkan 33,2% responden menilai gaya kepemimpinan Ahok tidak baik dan 1,8% sangat tidak baik.

“Sebanyak 21,6% responden menjawab tidak tahu,” ujar Direktur Eksekutif Periskop Data, Muhammad Yusuf Kosim, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebagaimana dikutip dari liputan6.com, Rabu (17/6/15).

Kosim menjelaskan, respoden menyatakan gaya kepemimpinan Ahok baik didasarkan‎ sejumlah alasan. Utamanya, karena tegas. Para respoden yang menyatakan Ahok tegas sebanyak 66,4%, berani 12%, jujur 5,1%, dekat dengan rakyat 5,1%, disiplin 3,7%, berwibawa 2,8%.

Sementara respoden yang menyebut gaya kepemimpinan Ahok tidak baik dikarenakan alasan utamanya arogan atau sombong. Di sini responden menyatakan Ahok arogan sebanyak 76,6%, kurang dekat dengan rakyat 9,7%, ceplas-ceplos 6,3%, otoriter 2,9%, kurang tegas 2,3%, dan kinerjanya belum terbukti 0,6%.

Dalam survei ini, Periskop Data menggunakan metode multistage random sampling.Survei dilaksanakan pada 1 Juni sampai 7 Juni 2015 dengan melibatkan 500 responden.

Survei ini dilakukan di seluruh wilayah DKI Jakarta yang tersebar di 6 kabupaten/kota meliputi, Jakarta‎ Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu. Secara statistik, sampel 500 responden dari tingkat populasi Jakarta ini memiliki margin of eror sebesar plus minus 4,4%

Sebelumnya diberitakan sindonews.com, Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai gaya kepemimpinan Ahok yang arogan karena Ahok menganggap telah memiliki kekuasaan yang tinggi. Sehingga mantan Bupati Belitung Timur ini dapat berbuat semaunya sendiri, termasuk berkomunikasi dengan caranya yang buruk.

Emrus menyatakan, terjadinya etika berkomunikasi yang buruk dipengaruhi juga dengan adanya faktor kekuasaan. Seseorang yang telah merasa memiliki kekuasaan tinggi membuat dirinya besar kepala dan cenderung bersikap dan berucap semaunya sendiri.

“Salah satu faktor penentu etika berkomunikasi yang buruk karena adanya arogansi kekuasaan. Mereka berpikir, mentang-mentang punya jabatan tinggi, bisa berbuat semaunya sendiri,” ujarnya di forum diskusi publik dengan tema, “Konflik Gubernur DKI Jakarta vs DPRD: Benarkah Hanya Masalah Anggaran Siluman?” di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis 12 Maret 2015 lalu. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Capres-Cawapres Sudah; Manuver Apa Lagi Selanjutnya?

Figure
Organization