Topic
Home / Berita / Nasional / Panglima TNI yang Baru Harus Bisa Jawab Tantangan Zaman

Panglima TNI yang Baru Harus Bisa Jawab Tantangan Zaman

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta. (IST)
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta. (IST)

dakwatuna.com – Jakarta. Presiden Jokowi diminta agar dapat memilih Panglima TNI yang baru secara tepat sesuai dengan tantangan bangsa paling lambat Juni 2015 ini. Anggota Komisi I DPR RI menyatakan, Panglima TNI yang baru nanti harus sosok yang dapat menjawab tantangan zaman bangsa Indonesia untuk 5 tahun ke depan.

“Apalagi di zaman globalisasi yang semakin berpotensi mengancam kedaulatan NKRI yang kita cintai ini. Sosok Panglima TNI yang baru harus sosok komprehensif yang memahami 8 aspek kehidupan astagrata, tidak hanya soal pertahanan militer,” kata Sukamta, dalam siaran persnya kepada dakwatuna.com, Rabu (10/6).

Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, bahwa kondisi baik global, regional maupun lokal terus berubah secara dinamis. “Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan, tapi setidaknya kita bisa melihat tren yang terjadi 5 tahun belakangan ini untuk membuat prediksi gambaran 5 tahun ke depan,” ujar Sukamta.

Sukamta melanjutkan, secara global, peta ekonomi politik sekarang cenderung multipolar. Kekuatan dominasi tidak melulu Barat, dunia Timur juga sudah bangkit, seperti Tiongkok dan India. Menurutnya, dua negara itu merupakan dua raksasa dunia baru yang sedang bangkit. Bahkan, sering disebut Chindia (China-India). Selain itu, lanjut Sukamta, Amerika Serikat juga berusaha menjawab tantangan ini dengan mulai menggeser kekuatan militernya ke kawasan Asia Pasifik.
“Kemudian secara regional Asia, potensi konflik Laut Tiongkok Selatan juga mengintai yang bagaimana pun juga wilayah kedaulatan NKRI juga bisa terkena imbas,” imbuh Ketua DPW PKS Yogyakarta itu.

Indonesia saat ini, lanjut Sukamta, sedang dikepung dan seolah diperebutkan oleh kekuatan-kekuatan dunia baik Amerika, Eropa, Tiongkok, India, bahkan Australia. “Belum jika bicara soal perbatasan antarnegara. Dengan Malaysia saja kita sering bersitegang terkait wilayah perbatasan ini. Terlebih sebentar lagi kita akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, kedaulatan musti tambah ditegakkan,” ungkap Sukamta.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjelaskan, jika bicara pertahanan, bangsa Indonesia selama 5 tahun ke depan juga harus waspada terhadap potensi perang yang kini metodenya juga sudah terus berubah secara dinamis. Menurutnya, perang tidak melulu terjadi secara konvensional secara simetris. Kini perang juga terjadi secara asimetris (assyimetric warfare).

“Perang dilakukan dengan menjadikan 8 aspek kehidupan astagrata sebagai sasaran, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, dan seterusnya. Tidak melulu pengerahan fisik secara militer. Belum lagi perang proksi (proxy war) di mana musuh menggunakan pihak ketiga untuk menyerang kita. Target proxy war bisa menyebabkan disintegrasi bangsa seperti lepasnya salah satu wilayah dari NKRI. Apalagi sekarang juga terjadi perang siber (cyber warfare). Meskipun sendi-sendi astagrata kita belum semuanya dilakukan dengan teknologi siber, tapi tidak ada salahnya kita waspada sejak dini,” ujar Sukamta.

Lebih jauh Sukamta mengemukakan, dengan tantangan-tantangan di atas, diperlukan satu kekuatan TNI yang kuat yang meliputi 3 matra AD, AL, AU, bahkan perlu untuk membuat matra ke-4 yaitu matra Angkatan Siber. Menurutnya, hal ini diperlukan agar TNI tetap kuat, bersatu dan solid. Karena itulah, masih kata Sukamta, selain butuh sosok panglima komprehensif yang mampu menjawab tantangan-tantangan global, regional dan lokal, dibutuhkan juga sosok TNI yang pemersatu.

“Kita harapkan ini menjadi pertimbangan bagi Presiden Jokowi dalam memilih Panglima TNI yang harus mendapat persetujuan DPR sesuai Undang-undang No 34 tahun 2004 tentang TNI,” tutup doktor lulusan Salford University, Manchaster, Inggris, ini. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Nissa Sabyan Semakin Bersemangat Jadi Duta Kemanusiaan

Figure
Organization