Topic
Home / Berita / Daerah / Teror Mengerikan dari Dampak Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Teror Mengerikan dari Dampak Proyek Reklamasi Teluk Jakarta

Pengunjung menikmati suasana pantai dekat sebuah ekskavator untuk proyek reklamasi di Pantai Ancol, Jakarta Utara. (TEMPO/Dasril Roszandi)
Pengunjung menikmati suasana pantai dekat sebuah ekskavator untuk proyek reklamasi di Pantai Ancol, Jakarta Utara. (TEMPO/Dasril Roszandi)

dakwatuna.com – Jakarta. Komisi IV DPR berencana memanggil Bupati Kepulauan Seribu untuk mengkonfirmasi maraknya pencurian pasir yang merusak lingkungan di sekitar pulau-pulau di bagian utara Jakarta itu. Hal itu disampaikan anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin, di Jakarta, Selasa (9/6).

Andi Akmal mengatakan, akibat tidak mendengarnya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas masukkan dari DPR untuk segera menghentikan Proyek Reklamasi Teluk Jakarta yang berpotensi mengganggu keseimbangan alam, yakni berdampak pada bencana lokal di sekitar Jakarta bagian utara, maka pemerintah pusat harus turun tangan untuk menghentikan ancaman ini.

Menurutnya, sudah banyak keluhan yang datang ke berbagai pihak termasuk DPR dan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP), terkait mulai terganggunya nelayan kecil di mana alat-alat jaring nelayan rusak dan hilang akibat kapal pengeruk pasir turut menyedot alat tersebut.

“Semakin lama proyek reklamasi teluk Jakarta untuk membentuk Pulau G sudah mulai menunjukkan kegiatan mengganggu kehidupan masyarakat maupun eksistensi alam di sekitarnya. Kami bekerja selain melakukan kontrol langsung, juga berdasarkan aspirasi masukkan dari masyarakat agar apa yang dilakukan pemerintah dapat memberikan rasa aman bagi rakyatnya,” kata Andi Akmal, dalam siaran tertulisnya kapada dakwatuna.com, Selasa (9/6).

Namun, lanjutnya, justru sebaliknya, Gubernur DKI Jakarta dengan reklamsi teluk Jakarta, telah menciptakan teror mengerikan terhadap warganya akibat proses pelaksanaan reklamasi ini.

Legislator dapil Sulawesi Selatan II ini, mendorong DPR dan pemerintah turut melakukan upaya tindakan agar reklamasi teluk Jakarta segera dihentikan. Pemanggilan Bupati Kepulauan Seribu, ungkapnya, akan memberikan data akurat karena dinilai lebih tahu kondisi langsung warga Kepulauan Seribu.

“Kini kapal-kapal pengeruk pasir sudah mulai agresif mencuri pasir-pasir di sekitar pulau. Bahkan ancaman pulau akan tenggelam sudah mulai dibicarakan. Kami lebih baik melakukan pencegahan daripada sudah kejadian bencana baru sibuk recovery,” Pungkas Andi Akmal. (abr/dakwatuna)

Redaktur: Abdul Rohim

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Avatar
Seorang suami dan ayah

Lihat Juga

Tentang Makna Kata “Fitri” dalam “Idul Fitri”

Figure
Organization