Topic
Home / Berita / Rilis Pers / Simposium Kelautan Nasional Dan Kongres Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia

Simposium Kelautan Nasional Dan Kongres Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Simposium Kelautan Nasional (iskindo)
Simposium Kelautan Nasional (iskindo)

dakwatuna.com – Jakarta, 08 Juni 2015. Penyelenggaraan Simposium Kelautan Nasional yang dilaksananakan oleh para alumni kelautan se-Indonesia di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta. Dalam kegiatan ini tema yang diusung adalah Laut Sumber Kemakmuran dan Kedaulatan Bangsa.

Dalam penyelenggaraan tersebut, dihadiri oleh para pakar, pejabat dan ahli di bidang kelautan seperti Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Dr. Sudirman Saad, Guru Besar dan Pakar Kelautan IPB Prof. Rokhmin Dahuri, yang merupakan menteri kelautan dan perikanan periode 2001-2004, Yugi Prayanto Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan, kemudian para tokoh alumni kelautan seperti Zulficar Mochtar, Riza Damanik dan alumni kelautan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Laporan ketua panitia, Masady Manggeng menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh dari lulusan alumni bidang kelautan dari seluruh Indonesia, kemudian menambahkan bahwa besar harapan kedepan lulusan kelautan memberikan kontribusi bagi pembangunan kelautan nasional.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dr. Sudirman Saad, dimana sebelum membuka Saad menyampaikan bahwa alumni kelautan sepatutnya harus mampu berkontribusi lebih bagi pembangunan bangsa. Selain memberikan sambutan Saad juga menyampaikan point penting penataan kelautan di Indonesia yang kesimpulannya bahwa “Laut Masa Depan Kita”.

Pada kegiatan Simposium, para pemateri menyampaikan berbagai tantangan, permasalahan dan perspektif pembangunan kelautan, di mana kelautan dan kemaritiman menjadi isu sentral pembangunan kelautan. Cita-cita Presiden Jokowi memacu semua pihak untuk berkontribusi dalam pembagunan nasional untuk mensejahterahkan masyarakat Indonesia dari potensi laut yang dimiliki.

Prof. Rohmin Dahuri mengulas tentang peta pembangunan kelautan Indonesia, secara makro hingga pemetaan detail potensi kelautan yang sepatutnya mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa. Misalnya, mendorong pemerintah untuk melaukan berbagai inovasi di bidang pangan agar Indonesia swasembada pangan, khususnya di sektor kelautan.

Yugi Prayanto, memaparkan peran pengusaha dalam pembangunan kelautan dan maritim di Indonesia. “Kadin menerjemahkan nawa cita Presiden Jokowi, Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita. Kita bisa jadi nomor satu untuk bidang kelautan di dunia. Perlu ada sinergitas dari pemerintah dan juga dukungan perbankan agar usaha-usaha kelautan dan perikanan bisa lebih maksimal. Selama ini para pelaku usaha kelautan, kesulitan dalam mengakses modal usaha.”

“Masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil, merupakan bagian terbesar dari masyrakat miskin Indonesia. Ini bukti bahwa gagasan tentang poros maritim dunia, belum memberikan peningkatan taraf hidup masyarakat indonesia” ucap Riza Damanik dalam pemaparannya.

M. Zulfikar Mohtar dalam pemamparannya tentang Mainstreaming pembangunan kelautan, mengatakan “sampai sejauh ini berbagai masalah, seperti pulau-pulau kecil indonesia yang akan tenggelam, kemiskinan masyarakat pesisir, IUU Fishing, degradasi ekosistem laut dan berbagai permasalahan kelautan indonesia yang masih terjadi”. Disinilah peran sarjana kelautan, memainkan peran dalam membangun kelautan indonesia.

Agenda-agenda kongres yang telah disusun secara rapih oleh pelaksana kegiatan berjalan dengan lancar, dalam agenda tersebut salah satunya pemilihan ketua dan formatur untuk mengawal kapal besar alumni kelautan dalam kancah nasional maupun international agar dapat berkontribusi secara nyata bagi pembangunan dan kemajuan kelautan.

Terpilihnya M. Zulficar Mochtar sebagai nahkoda dalam kongres I Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia dengan dibantu 5 anggota formatur diantaranya, M. Riza Damanik, Hendra Yusran Siry, Bibit Sugiana, I Gusti Sidemen, dan Agus Ajar Bantung. Dalam sambutan pertama ketua terpilih menyampaikan bahwa potensi alumni kelautan yang jumlahnya mencapai 15.000 akan sangat memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan kelautan jika secara bersama-sama, bergandeng tangan, mencurahkan potensi dan kemampuan para pakar dan ahli yang telah dimiliki oleh para alumni jelas akan memberikan dampak yang signifikansi bagi pembangunan kelautan di Indonesia.

Pada akhirnya dengan adanya “Kapal Besar” yang bernama Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), diharapkan dapat menjadi wadah bagi sarjana kelautan mengambil dan memainkan peran dalam membangun kelautan Indonesia menjadi lebih baik dengan aksi-aksi strategis dan kongkrit. (usb/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Hadiri Parade Nelayan Tolak Reklamasi, Anies: Kita Kirimkan Pesan, Kita Ingin Keadilan

Organization