Topic
Home / Berita / Nasional / Sebut Soekarno Lahir di Blitar, Jokowi Tiga Kali Bikin Blunder

Sebut Soekarno Lahir di Blitar, Jokowi Tiga Kali Bikin Blunder

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Pidato pada peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2015.  (setkab.go.id)
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan Pidato pada peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2015. (setkab.go.id)

dakwatuna.com – Jakarta.  Istilah Blunder biasanya lazim dipakai dalam dunia Sepakbola untuk menggambarkan kesalahan fatal yang dibuat oleh salah seorang pemain.

Tapi rupanya istilah ini juga digunakan beberapa media untuk menggambarkan kesalahan fatal yang dibuat Presiden Joko Widodo soal data.

Okezone.com misalnya, memberitakan bahwa untuk ketiga kalinya alias hattrick, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan blunder soal data. Saat peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2015, Jokowi menyebut Presiden RI pertama Ir. Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur.

Jelas-jelas dalam berbagai catatan sejarah, sang proklamator itu lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dengan nama Koesno Sosrodijardjo. Blitar hanyalah tempat “Putra Sang Fajar” dikebumikan setelah wafat di Jakarta, 20 Juni 1971.

Kesalahan Jokowi itu bak mengingatkan publik lagi akan dua kesalahan data yang sudah lalu, yakni soal penyebutan bahwa Indonesia masih punya utang pada International Monetary Fund (IMF) dan soal Perpres No 39 Tahun 2015 tentang down payment (DP) mobil pejabat.

Kesalahan fatal ini tentu saja disesalkan banyak pihak, salah satunya dari Asosiasi Sarjana Hukum Tata Negara (ASHTN) Indonesia. Padahal, Presiden Jokowi sudah jadi simbol negara yang semestinya “haram” blunder, terlebih soal data sejarah yang sudah tertulis dengan kentara di berbagai literatur.

“Padahal dalam sistem pemerintahan presidensial, Presiden memiliki kedudukan sangat kuat sebagai pelaku utama penggerak organisasi pemerintahan. Di dalamnya melekat dua kekuasaan, yaitu sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara,” terang Mei Santoso, Peneliti Hukum Konstitusi ASHTN di Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Terkait Blunder tersebut, penulis teks pidato Presiden Jokowi telah menyampaikan permohonan maafnya.

“Kesalahan tersebut sepenuhnya adalah kekeliruan saya dan menjadi tanggung jawab saya,” ujar Sukardi dalam pernyataan pers dikutip dari kompas.com, jumat (5/6/15)

Adapun petikan singkat kesalahan pidato Jokowi di Blitar tersebut sebagai berikut:

“Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran proklamator kita, bapak bangsa kita, penggali Pancasila, Bung Karno, hati saya selalu bergetar….”

Pernyataan Jokowi itu telah membuat perbincangan hangat di media sosial beberapa hari ini. (sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Manipulasi Esemka

Figure
Organization