Home / Berita / Nasional / YMN Salurkan 100 Mukena untuk Pengungsi Rohingya

YMN Salurkan 100 Mukena untuk Pengungsi Rohingya

Penyaluran bantuan 100 Mukena untuk pengungsi Rohingya di empat Lokasi, Senin (1/6/15). (Rena/ymn)
Penyaluran bantuan 100 Mukena untuk pengungsi Rohingya di empat Lokasi, Senin (1/6/15). (Rena/ymn)

dakwatuna.com – Aceh. Yayasan Masjid Nusantara (YMN) menyalurkan 100 mukena untuk para pengungsi Rohingya di Aceh. Mukena ini disebar ke 4 lokasi pengungsian, yakni pangkalan Susu, Kuala Langsa, Lhoksukon, dan Simpang Lhee.

 

“Penyaluran ini dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan pengungsi Rohingya dalam menjalankan ibadah. Jumlah ini tentulah belum seberapa dibanding ribuan pengungsi yang belum terpenuhi kenyamanan ibadahnya,” ungkap Muhammad Sobirin, Direktur YMN, Senin (2/6/15).

 

Pemberian mukena tersebut membuat para pengungsi Rohingya terlihat antusias dan bahagia. Beberapa kendala, seperti bahasa  membuat para pengungsi dan pihak-pihak yang membantu mereka cukup sulit melakukan komunikasi. Sehingga, para pengungsi tersebut hanya bisa mengucapkan terimakasih.

 

Distribusi mukena untuk pengungsi Rohingya tersebut merupakan donasi masyarakat dalam program Tebar 10.000 Mukena Yayasan Masjid Nusantara. Hingga saat ini sudah 4300 mukena tersalurkan di berbagai daerah di Indonesia. “Mudah-mudahan pada akhir tahun 2015, kita bisa menyalurkan 10.000 mukena,” ujar Sobirin.

 

Dalam waktu dekat YMN pun akan melakukan penyaluran 300 mukena untuk masyarakat yang membutuhkan di Kota Bandung bertempat di masjid Trans Studio Mall Bandung. “InsyaAllah pada 7 Juni 2015, YMN akan menyalurkan mukena bagi para muslimah yang memerlukan di Kota Bandung dan sekitarnya. Mudah-mudahan dengan mukena yang baru, ibadahnya di bulan Ramadhan nanti jadi lebih nyaman dan khusuk,” kata Sobirin. (Rena/ymn/sbb/dakwatuna)

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Olah Raga. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Muslim Rohingya Bisa Berdamai dengan Nasibnya, Kapan?

Organization