Topic
Home / Berita / Rilis Pers / Buku Kumpulan Cerpen “Dewi Ganesha” Karya Suryadi Diluncurkan

Buku Kumpulan Cerpen “Dewi Ganesha” Karya Suryadi Diluncurkan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Buku kumpulan cerpen “Dewi Ganesha” karya Suryadi (Bintang Rina) diluncurkan, Selasa (2/6), di kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Pare, Kediri. Sekitar 30-an peserta mengikuti acara itu. (Foto: IST.)
Buku kumpulan cerpen “Dewi Ganesha” karya Suryadi (Bintang Rina) diluncurkan, Selasa (2/6), di kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Pare, Kediri. Sekitar 30-an peserta mengikuti acara itu. (Foto: IST.)

dakwatuna.com – Pare, Kediri – Buku kumpulan cerpen “Dewi Ganesha” karya Suryadi (Bintang Rina) diluncurkan di kantor Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Pare, Kediri, Selasa (2/6). Sekitar 30-an peserta mengikuti acara itu sekaligus berdiskusi seputar proses kreatif pengarangnya.

Peserta terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang datang dari Malang, Kediri, Tulungagung dan Nganjuk. Secara resmi, buku “Dewi Ganesha” diluncurkan Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela.

Pada kesempatan tersebut, Suryadi, yang saat ini telah berusia 72 tahun, berbagi semangat dan motivasi pada peserta bahwa usia tidak menjadi penghalangseseorang berkarya. Dia yang tidak muda lagi mengaku tetap semangat menulis, sebab membuat dirinya awet muda.

“Saya menulis sudah sejak SMA. Beberapa kali naskah saya pernah tidak jelas nasibnya. Bahkan ditolak penerbit mayor, juga ada yang diplagiat orang lain,” katanya mengenang.

Menurut Suryadi yang berasal dari Kandangan, Malang, naskah-naskah yang pernah ditulisnya juga banyak hilang, karena ketika itu belum memiliki tempat menyimpan yang aman.

Dia juga mengaku pernah kehilangan semangat menulis, akibat banyaknya ujian yang dihadapinya. Bahkan, istrinya terang-terangan mengatakan kurang tertarik dengan karyanya, sampai dibaca pun tidak.

“Semangat saya muncul kembali ketika mengenal FAM Indonesia, aktif ikut kegiatan FAM hingga percaya diri untuk menerbitkan buku cerpen ini,” ujarnya dengan senyum semringah.

Sementara Sekjen FAM Indonesia, Aliya Nurlela mengatakan, semangat yang dimiliki Suryadi harus ditiru generasi yang lebih muda. “Jangan mau kalah. Yang lebih tua saja sangat semangat berkarya, tentu yang muda harus lebih dari itu,” katanya.

Pada kesempatan itu Aliya Nurlela berbagi kiat menulis, di antaranya jangan pikirkan teori. “Nulis saja dulu. Seperti orang mau berenang, nyebur saja dulu ke kolam yang dangkal, nanti pelan-pelan bisa sendiri berenang,” katanya berfilosofi.

Selain itu, tuangkan apa saja yang ada dalam pikiran, konsisten menulis dan harus mempunyai keyakinan kelak akan mahir menulis. “Tekun, bersungguh-sungguh, dan mempunyai tekad melahirkan buku, minimal satu buku seumur hidup,” tambahnya. (rel/dakwatuna)

Redaktur: Samin Barkah

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tentang

Lihat Juga

Buku Diary 212, Penerbit dan Lembaga Pendukungnya Tidak Terkait Kasus Jonru

Figure
Organization